BOGORTODAY.COM – Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa sebanyak 224 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang luka-luka akibat serangan udara Israel yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara kementerian, Hossein Kermanpour, melalui platform media sosial X (dulu Twitter), pada Minggu (15/6) waktu setempat.
“Setelah 65 jam agresi oleh rezim Zionis, 1.277 orang telah terluka. 224 wanita, pria, dan anak-anak telah menjadi martir. Sekitar 90 persen dari korban tewas adalah warga sipil,” tulis Kermanpour, seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (16/6).
Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata
Dalam perkembangan lain, seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Teheran menolak melakukan negosiasi gencatan senjata di tengah berlangsungnya serangan militer Israel. Pernyataan ini telah disampaikan kepada dua negara mediator, yaitu Qatar dan Oman.
“Iran telah menyampaikan kepada mediator Qatar dan Oman bahwa mereka hanya akan bernegosiasi secara serius setelah menyelesaikan tanggapan terhadap serangan pendahuluan Israel,” ujar pejabat itu kepada Reuters, Senin (16/6).
Pejabat tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan berunding selama masih diserang, dan membantah adanya permintaan kepada kedua negara mediator untuk melibatkan Amerika Serikat dalam negosiasi gencatan senjata atau perundingan nuklir yang sempat dijadwalkan kembali.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan meningkat sejak Israel meluncurkan serangan ke wilayah Iran pada Jumat, 13 Juni 2025, yang menyasar infrastruktur militer dan fasilitas nuklir Iran.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















