Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi yang Sering Disangka Masuk Angin

Ilustrasi Terkena Gejala Kolesterol

BOGORTODAY.COM – Kadar kolesterol yang tidak terkontrol dengan baik bisa berdampak serius pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kolesterol sendiri terbagi menjadi dua jenis utama: low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat, dan high-density lipoprotein (HDL) yang disebut kolesterol baik.

Kadar LDL yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, hingga aterosklerosis.

Ironisnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Bahkan dalam beberapa kasus, gejala kolesterol tinggi sering disalahartikan sebagai masuk angin, terutama karena kemiripan sensasi tidak enak badan yang dirasakan.

Apa Itu Masuk Angin?

“Masuk angin” merupakan istilah non-medis yang umum digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak nyaman, seperti demam ringan, meriang, kembung, pegal-pegal, hingga sakit kepala. Padahal, bisa jadi gejala yang dialami merupakan sinyal dari kolesterol tinggi yang dibiarkan terlalu lama.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Mirip Masuk Angin

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Berikut ini beberapa gejala kolesterol tinggi yang sering disalahartikan sebagai masuk angin:

  1. Kelelahan atau Pegal-pegal

Kelelahan bisa menjadi efek tidak langsung dari kolesterol tinggi, terutama jika telah berkembang menjadi penyakit arteri perifer (PAD).

Kondisi ini terjadi ketika plak dari kolesterol menumpuk di dinding arteri, menghambat aliran darah ke organ vital, termasuk ke kaki, yang menyebabkan kelelahan dan rasa tidak nyaman.

  1. Pusing atau Sakit Kepala

Kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah, termasuk yang menuju otak, sehingga mengganggu aliran oksigen.

Akibatnya, penderita bisa mengalami pusing, sakit kepala, bahkan mual, gejala yang sangat mirip dengan masuk angin biasa.

  1. Nyeri Otot dan Ketegangan

Plak kolesterol juga dapat memicu nyeri otot, pegal, dan kram, terutama saat aktivitas fisik. Pada tahap lanjut, nyeri ini bahkan bisa terjadi saat istirahat.

Gejala seperti jari kaki membiru, kuku kaki menebal, hingga nyeri terus-menerus bisa menjadi pertanda komplikasi dari kolesterol tinggi.

  1. Rasa Tidak Nyaman di Dada

Ketika kolesterol tinggi menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung, gejala seperti nyeri atau tekanan di dada bisa muncul. Ini juga bisa disertai mual, kelelahan ekstrem, nyeri rahang, punggung, dan sesak napas. Banyak orang mengira ini hanya masuk angin biasa, padahal bisa jadi pertanda serangan jantung.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Kapan Harus Waspada?

Jika gejala yang dirasakan seperti masuk angin namun tidak membaik dalam beberapa hari, terutama tidak disertai pilek, batuk, atau demam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan darah untuk melihat kadar kolesterol bisa membantu mengetahui kondisi sebenarnya.

Meskipun kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala awal, komplikasi dari kondisi ini bisa sangat serius.

Karena itu, jangan anggap remeh gejala mirip masuk angin yang tidak kunjung sembuh. Lakukan pemeriksaan rutin, terapkan pola makan sehat, dan jaga gaya hidup aktif agar kadar kolesterol tetap dalam batas normal.

Ingat: Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan sampai terlambat menyadari bahwa gejala ringan bisa menjadi awal dari masalah kesehatan besar.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================