
BOGORTODAY.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tahun 2025 resmi dibuka di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Selasa (24/6/2025).
Agenda akbar mahasiswa dari seluruh penjuru Tanah Air ini menarik perhatian serius dari pemerintah pusat. Dua menteri Kabinet Indonesia Maju hadir secara langsung untuk membuka sekaligus berdialog dengan para mahasiswa. Mereka adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Dalam sambutannya, Prof. Brian Yuliarto menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak inovasi bangsa. Ia mendorong kampus menjadi pusat pengembangan teknologi dan sains yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan bukan hanya kritis, tetapi juga solutif. Pendidikan tinggi bukan sekadar ijazah, melainkan alat untuk melahirkan solusi nyata atas persoalan bangsa, dari desa hingga kota, dari isu pangan hingga teknologi,” ujar Brian di hadapan ratusan peserta.
Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti tantangan sektor pertanian di tengah perubahan iklim dan dinamika pasar global. Ia mengajak mahasiswa terlibat aktif dalam transformasi pertanian berbasis teknologi.
“Kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan jika petani kita tertinggal dari sisi teknologi. Kami berharap, kampus bisa melahirkan inovator muda yang mampu mempercepat modernisasi pertanian Indonesia,” ungkap Amran.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis Kementerian Pertanian, seperti petani milenial dan pengembangan kawasan pertanian dengan konsep smart farming.
Kehadiran kedua menteri disambut antusias peserta Munas. Acara ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan kritik secara langsung kepada pemerintah.
Munas BEM SI 2025 yang berlangsung hingga 29 Juni ini mengusung tema “Menguatkan Peran Mahasiswa dalam Menjaga Demokrasi dan Ketahanan Pangan Nasional”. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi tematik, sidang komisi, hingga penyusunan rekomendasi nasional yang akan disampaikan kepada pemerintah dan lembaga terkait.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















