
BOGORTODAY.COM – Kebakaran besar melanda pabrik briket arang milik CV Mulya Alam Indonesia di Blok Gulang Gulang, RT 33 RW 08, Desa Tegal Wangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, pada Selasa dini hari.
Diduga kuat, kebakaran ini dipicu oleh overheat pada oven produksi yang menyebabkan kobaran api menyebar dengan cepat ke seluruh bangunan.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan pabrik. Saat itu, api sudah membesar di bagian timur bangunan.
Sang sekuriti segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon.
6 Unit Damkar Dikerahkan, Api Baru Padam Setelah 4 Jam
Tim Damkar dari Pos Weru menjadi yang pertama tiba di lokasi, namun mereka mendapati api sudah membakar sebagian besar area pabrik.
Melihat skala kebakaran yang besar dan risiko penyebaran ke bangunan lain, tim segera meminta bantuan tambahan dari Pos Damkar Sektor Sumber, Palimanan, Arjawinangun, dan Gunung Jati.
Total enam unit mobil pemadam dan satu unit water supply dikerahkan untuk mengendalikan api yang melalap seluruh isi bangunan, termasuk bahan baku dan produk briket arang. Setelah berjibaku selama lebih dari empat jam, tim berhasil memadamkan api dan melanjutkan proses pendinginan.
“Kami kesulitan karena sumber air cukup jauh dan tidak adanya hydrant di area pabrik. Ditambah lagi akses jalan yang sempit menyulitkan mobil pemadam masuk ke lokasi,” ungkap Eno Sujana, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kabupaten Cirebon.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir Besar
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materi diperkirakan sangat besar, mengingat seluruh bangunan, mesin, bahan baku, dan hasil produksi terbakar habis. Hingga kini, nominal kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Penanganan dan Evaluasi
Pihak kepolisian dan petugas damkar masih terus melakukan evaluasi terhadap penyebab pasti kebakaran dan potensi kelalaian teknis dalam operasional oven briket.
Insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya sistem proteksi kebakaran, termasuk ketersediaan hydrant dan akses yang memadai di kawasan industri.***
Sumber: iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















