Semangat Cinta Al-Qur’an, MTQ Kecamatan Sukajaya 2025 Catat Lonjakan Peserta

BOGORTODAY.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat Kecamatan Sukajaya resmi digelar dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari pawai ta’aruf pembukaan hingga pelaksanaan lomba, Selasa (22/7/2025).

Tahun 2025 ini, pelaksanaan MTQ dibagi di tiga lokasi, yaitu dua mimbar di Kecamatan Sukajaya dan satu di Aula Desa Pasir Madang.

Camat Sukajaya, Rahmawati Aries, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini mencakup tujuh kategori lomba yang mengikuti ketentuan dari tingkat Kabupaten Bogor.

“Kategori tersebut meliputi murotal anak, tilawah anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, tahfiz 1 juz, tahfiz 5 juz, dan tahril Qur’an,” ucap Rahmawati.

Total peserta tahun ini mencapai 130 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, beberapa desa sempat meminta penambahan kuota peserta, namun karena pendaftaran telah ditutup, pihak panitia tetap berkomitmen pada jumlah yang sudah ditetapkan.

BACA JUGA :  PNM Bekali 30 Anak Nasabah Mekaar Sertifikasi Keamanan Pangan

“Alhamdulillah tahun ini ada lonjakan peserta. Sebagai contoh, kategori tahril Qur’an tahun lalu hanya diikuti 2 kelompok, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 8 kelompok,” katanya.

Rahmawati Aries mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan ini merupakan tahap seleksi menuju MTQ tingkat Kabupaten Bogor yang direncanakan berlangsung pada September mendatang. Juara-juara dari Sukajaya akan mewakili kecamatan di ajang tersebut.

“Ini merupakan penjaringan atau penyaringan untuk tingkat kabupaten Bogor yang rencananya dibulan September sehingga juara-juara berikutnya,”ucapnya.

Rahmawati menegaskan, MTQ ini tidak hanya sebatas lomba, tetapi juga sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam membina generasi muda agar terus mencintai Al-Qur’an.

BACA JUGA :  Sempat Sambangi Rumah Kenalan, Pria di Ciseeng Ditemukan Meninggal Dunia

“Kami ingin menggaungkan anak-anak kita agar lebih cinta Al-Qur’an. Alhamdulillah, banyak orang tua yang turut mendampingi anak-anaknya, bahkan mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Para peserta pun tidak kecewa meski belum meraih juara, karena ajang ini menjadi sarana melatih diri dan memperdalam ilmu keagamaan,” ungkapnya.

Selain itu, Camat Sukajaya juga berharap kegiatan keagamaan dapat terus mendapat dukungan dari masyarakat. Terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa.

“Kami mengharapkan MUI tingkat desa dapat membina anak-anak untuk ikut serta dalam kegiatan keagamaan yang sudah ada, seperti pesantren. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================