BOGORTODAY.COM – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh. Sebanyak 13 aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dilaporkan mengalami luka-luka.
Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, mengatakan para korban rata-rata mengalami luka di bagian kepala akibat bentrokan dengan massa.
“Ada 13 aparat yang mengalami luka. 8 anggota TNI yang luka, kalau polisi ada 3 yang luka, Satpol PP ada 2 orang. Rata-rata bocor kepalanya dan sementara dirawat,” ujar Sugeng, Rabu (20/8/2025).
Diduga Disusupi Kelompok Anarko
Sugeng menjelaskan, pihaknya bersama TNI sudah berulang kali memberikan peringatan agar massa melaksanakan aksi dengan damai. Namun, situasi berubah ricuh setelah diduga ada kelompok anarko yang menyusup ke dalam barisan demonstran.
“Kami dan TNI berulang memberikan peringatan kepada pendemo, tetapi ada kelompok anarko yang menyusup karena ada benderanya yang berkibar. Sehingga kami melakukan penindakan sesuai SOP,” ungkapnya.
Puluhan Orang Diamankan
Dalam kericuhan tersebut, aparat mengamankan sebanyak 54 orang yang terlibat aksi. Menurut Sugeng, banyak di antaranya masih berusia di bawah umur dan bahkan sebagian bukan warga Bone.
“Yang diamankan ini sementara di data, sebagian dari luar Bone. Dan rata-rata anak di bawah umur,” jelasnya.
Hingga kini, puluhan orang tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Bone. Situasi di sekitar kantor Bupati Bone berangsur kondusif pasca bentrokan, namun aparat masih melakukan penjagaan ketat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















