Dilema Angkot di Bogor Timur, Dibutuhkan Warga Tapi Meresahkan

BOGORTODAY.COM – Angkutan perkotaan (angkot) di wilayah Timur Kabupaten Bogor kerap menimbulkan permasalahan lalu lintas akibat perilaku sopir yang tidak tertib.

Insiden terbaru terjadi di Jalan Raya Cagak, Gunung Putri, Selasa (19/8/2025)lalu, saat dua sopir angkot terlibat adu mulut karena aksi salip yang dianggap membahayakan, sehingga nyaris berujung perkelahian. Peristiwa ini membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat.

Dani, warga Gunung Putri yang menyaksikan kejadian, mengatakan bahwa perselisihan antar sopir angkot sudah sering terjadi di wilayahnya.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

“Kalau di sini sudah biasa lihat sopir ribut. Kemarin gara-gara nyalip pas macet, jadi ramai, bikin macet tambah panjang,” ujarnya.

Permasalahan serupa juga terjadi di jalur padat lain, seperti Pasar Cileungsi hingga pertigaan Citeureup. Sopir angkot kerap berhenti mendadak atau mengetem di tikungan untuk mencari penumpang, yang tidak hanya membahayakan pengendara lain tetapi juga memperparah kemacetan.

Meski menimbulkan keresahan, angkot tetap menjadi moda transportasi utama bagi warga Bogor Timur yang meliputi Cileungsi, Gunung Putri, dan Citeureup. Minimnya transportasi massal membuat warga tidak memiliki alternatif lain untuk aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

Nurlela (42), warga Cileungsi, menyampaikan kekhawatirannya terkait keselamatan anak-anak sekolah yang mengandalkan angkot.

“Kalau pagi anak-anak sekolah ya naiknya angkot. Tapi sering juga sopir ngebut dan ugal-ugalan, bikin khawatir,” katanya.

Warga berharap ada perubahan perilaku sopir agar lebih tertib dalam berlalu lintas. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================