BOGORTODAY.COM – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan tercapainya perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, konflik berkepanjangan antara kedua negara, khususnya terkait isu nuklir, sangat sulit untuk diselesaikan.
Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan dari AS dan akan tetap melanjutkan program nuklir yang diklaim sebagai program damai.
Ia juga mengkritik keras pihak-pihak yang mendorong adanya dialog langsung dengan AS mengenai isu nuklir, menyebut mereka sebagai individu yang berpikiran sempit.
“Musuh telah gagal melemahkan Iran melalui perang,” kata Khamenei kepada media pemerintah, dikutip Senin (25/8/2025).
Lebih lanjut, ia menuding AS dan Israel terus berusaha memecah belah stabilitas dalam negeri Iran. Ia mengungkapkan bahwa intelijen Iran baru-baru ini berhasil menggagalkan rencana kerusuhan di Teheran yang melibatkan ratusan orang yang disebut telah direkrut oleh Mossad.
Khamenei juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meminta Iran untuk menyerah. Ia menyebut bahwa rakyat Iran merasa sangat tersinggung oleh pernyataan tersebut, yang dianggap sebagai bentuk penghinaan besar dari Trump, dan bertekad untuk melawan dengan segenap kekuatan.
Pada bulan Juni lalu, Trump mendesak Iran agar menerima tuntutan AS tanpa syarat, termasuk penghentian program nuklir.
Khamenei menyatakan bahwa serangan dari Israel dan AS pada Juni justru membuat rakyat Iran semakin bersatu. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas tersebut.
Israel melancarkan serangan ke Iran pada 13 Juni, menargetkan fasilitas nuklir, instalasi militer, dan para ilmuwan nuklir. AS turut serta dalam serangan tersebut dengan menghantam tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke berbagai wilayah Israel, serta menyerang pangkalan militer terbesar milik AS di Timur Tengah yang berada di Odeid, Qatar.
Konflik tersebut berakhir pada 24 Juni setelah berlangsung selama 13 hari, melalui proses mediasi yang dilakukan oleh AS dan Qatar. (mg1)
Bagi HalamanEditor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















