Gen Z Ramai-Ramai Konsumsi Obat Cacing Usai Kasus di Sukabumi 

obat cacing
Ilustrasi obat cacing (Foto: Getty Images/stevecoleimages)

BOGORTODAY.COM – Belakangan ini, Generasi Z heboh membeli obat cacing setelah kasus tragis yang menimpa seorang balita di Sukabumi, Jawa Barat. Banyak dari mereka merasa was-was sehingga memilih kembali mengonsumsi obat tersebut. 

Sebuah video viral di TikTok menuliskan, “Jangan lupa minum obat cacing tiap enam bulan sekali. Terakhir minum pas SD, sekarang umur 26 baru minum lagi.” 

Narasi lain juga menyebutkan bahwa para Gen Z kini ketakutan, sehingga memberanikan diri untuk mengonsumsi obat cacing lagi, meski terakhir kali melakukannya saat masih sekolah dasar. 

Guru Besar Parasitologi FKUI, Prof Dr Dra Taniawati Supali, menuturkan obat cacing yang banyak dibeli Gen Z dengan merek tertentu di apotek sebenarnya aman dikonsumsi orang dewasa. 

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

“Aman saja sebenarnya, asal sesuai aturan. Kalau hanya satu tablet dan tidak berlebihan, itu tidak masalah,” jelas Prof Tania saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). 

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada para orang tua agar rutin memberikan obat cacing pada anak minimal setiap enam bulan sekali. 

“Edukasi ini penting, apalagi di daerah yang tingkat vaksinasi rendah. Banyak orang tua tidak paham cara memberikan obat cacing, bahkan ada yang justru membuangnya,” tambahnya. 

Prof Tania juga menyinggung kondisi di daerah endemis, terutama desa-desa di mana masyarakat masih buang air besar di tanah. Hal ini membuat telur cacing mudah berkembang biak di tanah dan kembali menular ke manusia melalui tangan. 

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Di kesempatan terpisah, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa pemerintah sudah memiliki program pemberian obat cacing, terutama di wilayah dengan risiko tinggi. 

Obat cacing rutin diberikan di Posyandu. Kita butuh promosi serta edukasi agar masyarakat mau datang ke Posyandu, supaya kasus seperti yang terjadi di Sukabumi tidak terulang lagi,” ungkap Dante. (mg2) 

Bagi Halaman

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================