BOGORTODAY.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar hening cipta untuk mengenang Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Aksi hening cipta dilakukan menjelang keberangkatan mahasiswa menuju Polda Metro Jaya untuk berunjuk rasa, Jumat (29/8/2025).
Ketua BEM UI, Atan Zayyid Sulthan, memimpin langsung momen hening cipta tersebut di Kampus UI, Depok. Mahasiswa tampak menundukkan kepala dan berdoa selama 30 detik.
“Teman-teman mari sebelum berangkat kita mengheningkan cipta selama 30 detik untuk teman kita Affan yang semalam berpulang,” ucap Atan.
Tuntut Perubahan Kebijakan
Atan menjelaskan, aksi ke Polda Metro Jaya bukan sekadar bentuk solidaritas untuk Affan, tetapi juga sebagai kritik terhadap pemerintah dan DPR.
Menurutnya, tragedi yang menimpa Affan merupakan bagian dari “efek domino” kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
“Tuntutan kami jelas, tragedi semalam adalah hasil dari kebijakan-kebijakan buruk yang diberikan pemerintah maupun DPR. Mulai dari tunjangan yang naik hingga pernyataan anggota dewan yang tidak tepat, semua itu memicu kemarahan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, BEM UI juga menyatakan akan melakukan advokasi terhadap para pendemo yang sebelumnya diamankan aparat saat unjuk rasa di Jakarta.
Mereka bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) untuk memberikan pendampingan hukum.
Latar Belakang Tragedi
Tragedi Affan Kurniawan terjadi pada Kamis (28/8/2025) malam di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Rantis Brimob disebut menabrak Affan hingga jatuh, kemudian melaju lagi dan melindas tubuh korban yang sudah tergeletak. Affan meninggal di tempat, dan jenazahnya telah dimakamkan.
Insiden itu langsung memicu kemarahan massa ojol dan warga. Mereka menggelar demonstrasi di Markas Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, bahkan sempat membakar pos polisi di bawah flyover Senen.
Janji Kapolri dan Presiden
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan memastikan kasus ini diusut secara transparan. Tujuh anggota Brimob pun telah diamankan buntut kejadian tersebut.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang menyebabkan korban jiwa. Ia menegaskan agar kasus ini dituntaskan dan pelaku dihukum sekeras-kerasnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















