BOGORTODAY.COM – Lembaga riset dan pengembangan asal Amerika Serikat, DinarStandard, merilis laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025. Pada edisi ke-11 ini, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan ekonomi Islam terkuat di dunia.
Dalam laporan yang dipublikasikan Juli 2025, Indonesia berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Posisi tersebut menempatkan Indonesia lebih unggul dari negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
Penilaian SGIE didasarkan pada 52 indikator yang mencakup lima komponen dari tiap sektor ekonomi Islam. Sektor tersebut antara lain keuangan syariah, makanan halal, wisata ramah muslim, busana muslim, media/rekreasi, serta farmasi dan kosmetik halal.
Indonesia meraih skor global 99,9. Angka ini berada di bawah Malaysia dengan skor 165,1 dan Arab Saudi 100,9. Namun, Indonesia lebih tinggi dari UEA yang memperoleh 95,8 dan Bahrain dengan 81,9.
Jika dilihat per kategori, Indonesia unggul dalam busana muslim dengan skor 106,8. Sementara skor makanan halal 78,8, ekonomi syariah 135,9, wisata ramah muslim 102,4, farmasi/kosmetik halal 85,8, serta media/rekreasi 59,5.
Berikut daftar 10 negara dengan ekonomi Islam terkuat versi SGIE 2025: Malaysia, Arab Saudi, Indonesia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Kuwait, Pakistan, Turki, dan Qatar.
Selain itu, Oman, Singapura, Iran, Inggris, dan Bangladesh juga termasuk negara dengan ekonomi Islam yang cukup kuat di tingkat global.
CEO sekaligus Managing Partner DinarStandard, Rafi-uddin Shikoh, menilai adanya peningkatan signifikan pada konsumen muslim dan semakin beragamnya ekosistem investasi halal dalam satu dekade terakhir sejak laporan pertama SGIE dirilis.
Ia menyebut, sejak peluncuran perdana SGIE, belanja konsumen muslim meningkat lebih dari USD 800 miliar meski di tengah inflasi. Selain itu, ekosistem investasi halal juga berkembang semakin dalam dan beragam.
Rafi-uddin menambahkan, analisis media sosial terbaru menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen muslim ke arah produk etis dan halal. Menurutnya, gelombang ekonomi Islam berikutnya akan didorong oleh sertifikasi halal digital, aktivisme konsumen berbasis nilai, serta keuangan Islam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.(mg2)
Bagi HalamanEditor : Jihan Muheri
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















