Penipuan Online Meningkat: Dari Lowongan Palsu hingga Link Bansos 

penipuan online
Ilustrasi penipu (Foto: shutterstock)

BOGORTODAY.COM – Meningkatnya penggunaan internet dan aktivitas digital di Indonesia turut memicu maraknya penipuan online. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh seluruh pengguna internet. 

Data dari Indonesia Cyber Crime Combat Center (IC4) mencatat tiga modus penipuan yang paling sering dilaporkan. Di antaranya adalah penipuan berkedok instansi pemerintah, klaim dana bansos palsu, dan lowongan kerja fiktif. 

Dari ketiga modus tersebut, penipuan lowongan kerja menempati posisi teratas. Sepanjang tahun 2024, tercatat rata-rata tiga laporan per minggu atau sekitar 156 kasus. 

Berikut penjelasan dari masing-masing modus agar masyarakat bisa lebih waspada: 

  1. Penipuan Mengatasnamakan Instansi Pemerintah Lewat Link APK 

Modus ini biasanya menggunakan nama lembaga resmi dalam pesan singkat. Isi pesannya bisa berupa undian hadiah atau informasi menarik lainnya. 

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Pesan tersebut dirancang untuk memancing rasa penasaran calon korban. Setelah itu, mereka diarahkan untuk mengunduh file APK tertentu. 

File APK tersebut digunakan oleh pelaku untuk mencuri data pribadi. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan tidak langsung percaya pada pesan semacam itu. 

Sebaiknya cek langsung ke situs resmi instansi yang disebutkan. Bisa juga konfirmasi lewat akun media sosial resmi mereka. 

Jika belum ada kepastian, abaikan saja pesan tersebut agar tidak terjebak. 

  1. Penipuan Klaim Dana Bansos Lewat Link Palsu 

Bantuan sosial sering dinanti oleh masyarakat yang membutuhkan. Bentuknya bisa berupa uang tunai atau sembako gratis. 

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Sayangnya, informasi bansos sering dimanfaatkan oleh oknum untuk menipu. Modusnya adalah menyebarkan link palsu yang mengatasnamakan klaim bansos. 

Link tersebut biasanya dikirim lewat media sosial, WhatsApp, atau SMS. Pesan itu menyebut penerima masuk dalam daftar bansos dan diminta melakukan verifikasi. 

Untuk menghindari penipuan, sebaiknya cek informasi bansos langsung di situs resmi kementerian terkait. 

  1. Penipuan Lowongan Kerja Palsu 

Kesulitan mencari pekerjaan sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Mereka menyebarkan info lowongan dengan syarat mudah dan gaji tinggi. 

Banyak orang tergiur dan mencoba melamar. Namun, saat proses rekrutmen, pelamar diminta membayar sejumlah uang. 

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================