Agnez Mo Sindir Anggota DPR: Kepemimpinan Butuh Empati, Bukan Ego

Agnez Mo
Agnez Mo (Foto: Instagram@agnezmo)

BOGORTODAY.COM – Agnez Mo ikut menyoroti kericuhan di Indonesia belakangan ini. Ia menilai kekacauan tersebut berawal dari ucapan para pejabat yang kurang menunjukkan empati.

Isu tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan, respons yang menyakiti hati rakyat, pilihan kata yang dinilai tidak bijak, perbandingan hidup dengan masyarakat, hingga aksi joget di DPR menjadi rangkaian yang memicu kemarahan publik.

Situasi ini turut menarik perhatian Agnez Mo. Ia menyindir tentang penyebab awal dari keramaian tersebut. 

“Semua bermula dari rendahnya EQ, cara bicara di depan umum yang justru memecah belah, merendahkan, dan tanpa rasa empati,” tulis Agnez Mo di Instagram Story pribadinya, Selasa (2/9/2025). 

Menurutnya, hal paling mendasar yang seharusnya dimiliki anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik. Tidak sekadar bicara untuk kepentingan pribadi, melainkan mencari solusi yang adil bagi semua pihak. 

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Namun belakangan gaya komunikasi para wakil rakyat justru dinilai menyinggung dan membuat masyarakat sakit hati. Padahal keterampilan berbicara di depan umum seharusnya menjadi standar dasar. 

“Fakta bahwa kita masih harus menuntut kemampuan public speaking saja sudah ironis. Itu seharusnya menjadi hal paling mendasar, apalagi bagi seorang legislator,” tulisnya lagi. 

Agnez Mo juga mengenang pengalamannya beberapa waktu lalu. Ia pernah dianggap tak pantas bicara soal isu tertentu hanya karena bukan lulusan S3, yang menurutnya menunjukkan sikap merendahkan orang lain. 

Bahkan, menurutnya, hal itu dilakukan dengan cara menjelekkan pihak yang berbeda pendapat. “Logika seperti itu saja sudah cukup memberi tahu banyak hal,” tambah penyanyi berusia 39 tahun itu. 

Penyanyi yang berkarier di Amerika Serikat tersebut menegaskan, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Ada banyak hal lain yang lebih penting. 

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

“Kepemimpinan menuntut EQ, integritas, empati, visi, serta menyebarkan kasih dan perdamaian. Bukan energi yang memecah belah atau sekadar memuaskan ego,” tegasnya. 

Ia menambahkan, kepemimpinan sejati harus dimulai dari kemauan untuk mendengarkan dan menghargai orang lain. Tidak sekadar memotong pembicaraan, tetapi benar-benar mendengar suara rakyat dengan bijaksana. 

Agnez Mo berharap Indonesia tetap kokoh menghadapi situasi saat ini. Ia menegaskan dirinya akan selalu bangga membawa nama Indonesia di panggung dunia. 

“Jangan mau dihasut dan dimanipulasi. Kita lebih kuat, lebih bijak, dan bukan lagi Indonesia tahun 1998,” tulisnya. 

“Warga harus saling menjaga, karena pada akhirnya kita adalah satu bangsa dengan satu kebenaran: Bhineka Tunggal Ika,” tutup Agnez Mo.(mg2) 

Bagi Halaman

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================