BOGORTODAY.COM – Teh adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Ada beragam jenis teh yang bisa dinikmati, mulai dari teh hitam, teh hijau, teh putih, hingga teh herbal.
Di Indonesia, es teh manis bahkan menjadi minuman favorit yang sering diminum setelah makan. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan ini bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan?
Lonjakan Gula Darah Setelah Makan
Bahaya utama dari es teh manis bukan berasal dari tehnya, melainkan dari tambahan gulanya.
Minum es teh manis setelah menyantap makanan tinggi karbohidrat dapat memicu lonjakan gula darah.
Bayangkan, setelah makanan menaikkan kadar glukosa, kamu menambahkan lagi minuman manis—tentu kadar gula dalam darah akan semakin tinggi.
Menurut Medline Plus, lonjakan gula darah terjadi ketika glukosa tetap berada di dalam aliran darah dan tidak terserap ke sel-sel tubuh.
Kondisi ini berisiko memicu diabetes dan, dalam jangka panjang, komplikasi kesehatan yang serius.
Dampak Buruk pada Metabolisme Lemak
Tidak hanya setelah makan karbohidrat, es teh manis juga berdampak buruk bila dikonsumsi setelah makan makanan tinggi protein.
Penelitian United States Department of Agriculture (USDA) tahun 2017 menunjukkan bahwa minuman manis dapat menurunkan efisiensi metabolisme tubuh.
Minuman manis mengurangi oksidasi lemak atau proses pembakaran lemak hingga 8%. Pada makanan dengan 15% protein, oksidasi lemak turun sekitar 7,2 gram.
Sementara pada makanan dengan 30% protein, penurunannya bisa mencapai 12,6 gram. Akibatnya, tubuh cenderung menyimpan lemak lebih banyak dan meningkatkan rasa lapar terhadap makanan gurih dan asin beberapa jam setelahnya.
Cara Menikmati Es Teh dengan Lebih Sehat
Bukan berarti kamu harus berhenti total minum es teh. Ada cara lebih sehat untuk menikmatinya:
- Pilih es teh tawar lalu tambahkan perasan lemon.
- Gunakan pemanis alami rendah kalori seperti stevia atau monk fruit yang tidak meningkatkan gula darah.
- Jika sudah terbiasa dengan es teh manis, coba campurkan es teh manis dengan es teh tawar secara bertahap. Lama-lama, porsi gula bisa semakin berkurang.
Menurut ahli gizi Beth Chiodo, perubahan kecil seperti ini bisa memberi dampak besar. Semakin sedikit gula yang dikonsumsi, semakin rendah pula risiko terkena diabetes tipe 2.
Kebiasaan minum es teh manis setelah makan ternyata tidak baik bagi kesehatan, terutama karena kandungan gulanya.
Tapi jangan khawatir, dengan sedikit penyesuaian seperti beralih ke es teh tawar atau memakai pemanis alami, kamu tetap bisa menikmati segarnya es teh tanpa risiko kesehatan yang besar.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















