
BOGORTODAY.COM – Vitamin B12 merupakan salah satu nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga berbagai fungsi vital.
Nutrisi ini berperan penting dalam proses sintesis DNA, produksi energi, hingga menjaga kesehatan sistem saraf pusat agar tetap optimal. Lalu, apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin B12?
Bahaya Kekurangan Vitamin B12
Defisiensi vitamin B12 dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Kekurangan vitamin ini kerap menimbulkan gejala seperti lemas, gangguan konsentrasi, mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, hingga anemia megaloblastik.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan saraf.
Sayangnya, banyak orang—terutama kelompok lanjut usia—lebih rentan mengalami kekurangan vitamin B12. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 20 persen lansia mengalami defisiensi vitamin ini.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12 dari makanan cenderung menurun, sehingga risiko kekurangan lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.
Sumber Vitamin B12 dan Kebutuhan Harian
Vitamin B12 secara alami banyak ditemukan pada makanan hewani. Beberapa sumber terbaiknya antara lain:
- Daging merah tanpa lemak
- Ayam
- Ikan
- Kerang-kerangan
- Telur
- Susu serta produk olahannya (yogurt, keju)
Sementara itu, makanan nabati umumnya tidak mengandung vitamin B12, kecuali telah diperkaya (fortifikasi).
Contohnya sereal, susu nabati, dan ragi nutrisi. Beberapa makanan nabati seperti nori (rumput laut kering) atau jamur shitake memang mengandung vitamin B12, namun jumlahnya sangat kecil dan tidak cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian.
Makanan hewani dengan kandungan B12 tinggi yang bisa Anda konsumsi antara lain hati sapi, kerang, dan tiram yang dimasak.
Kebutuhan Harian Vitamin B12 Berdasarkan Usia
Menurut rekomendasi kesehatan, kebutuhan vitamin B12 berbeda tergantung usia dan kondisi tubuh seseorang:
- Bayi 0–6 bulan: 0,4 mcg/hari
- Bayi 7–12 bulan: 0,5 mcg/hari
- Anak 1–3 tahun: 0,9 mcg/hari
- Anak 4–8 tahun: 1,2 mcg/hari
- Anak 9–13 tahun: 1,8 mcg/hari
- Remaja 14–18 tahun: 2,4 mcg/hari
- Dewasa: 2,4 mcg/hari
- Ibu hamil: 2,6 mcg/hari
- Ibu menyusui: 2,8 mcg/hari
Apakah Suplemen Vitamin B12 Diperlukan?
Saat ini banyak tersedia suplemen vitamin B12 dengan dosis tinggi. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir akan overdosis, karena tubuh hanya menyerap vitamin B12 sesuai kebutuhan.
Kelebihan vitamin ini biasanya akan dibuang melalui urine, sehingga relatif aman dikonsumsi.
Vitamin B12 adalah nutrisi penting yang berperan besar dalam menjaga energi, kesehatan saraf, dan pembentukan sel darah. Kekurangan vitamin ini berpotensi menimbulkan masalah serius, terutama pada kelompok lansia.
Oleh karena itu, pastikan asupan vitamin B12 selalu tercukupi, baik melalui makanan hewani, makanan fortifikasi, maupun suplemen jika diperlukan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















