80 Persen Infrastruktur Desa Cileuksa Bogor Rampung, Target Tuntas 2026

Hingga tahun 2025 ini, sekitar 80 persen jalan desa sudah terselesaikan melalui alokasi Dana Desa maupun program pemerintah. Sisanya ditargetkan rampung pada 2026. (Dok: Ilham Ariyansyah -Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Pembangunan infrastruktur di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menunjukkan progres signifikan.

Hingga tahun 2025 ini, sekitar 80 persen jalan desa sudah terselesaikan melalui alokasi Dana Desa maupun program pemerintah. Sisanya ditargetkan rampung pada 2026.

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi, menegaskan capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah seluas 2.500 hektare dengan jumlah penduduk hampir 10 ribu jiwa.

“Pada tahun ini Desa Cileuksa telah menyelesaikan sekitar 80 persen pembangunan infrastruktur jalan desa. Sisanya tinggal 20 persen lagi, dan kami optimis semuanya bisa tuntas pada 2026,” ujar Ujang Ruhyadi saat Musrembang, Kamis (4/9/2025).

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Meski sempat luluh lantak akibat bencana besar pada 2020, Desa Cileuksa terus bangkit dan berbenah melakukan pemulihan pasca bencana.

Apih Ujang, sapaan akrabnya, menargetkan seluruh kebutuhan infrastruktur dasar dapat selesai paling lambat 2027. Setelah itu, pembangunan fisik jalan akan beralih sebagian besar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Ke depan, Pemerintah Desa Cileuksa akan memfokuskan pembangunan pelengkap berupa fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

Hal ini mencakup pembangunan sarana olahraga, ruang terbuka publik, pusat kegiatan masyarakat, hingga fasilitas kesehatan dan pendidikan dasar.

BACA JUGA :  Waspada Teror Pocong di Cibinong, Camat Minta Siskamling Digencarkan

“Jalan sudah dibangun, infrastruktur sudah mulai memadai. Sekarang saatnya bagaimana masyarakat bisa lebih sejahtera, punya akses ekonomi yang lebih baik, dan sumber daya manusianya lebih berkualitas,” tegasnya.

Apih Ujang juga mendorong RT dan RW untuk tetap proaktif dalam mengusulkan kebutuhan pembangunan, termasuk melakukan pendataan serta pengukuran jalan atau fasilitas umum secara mandiri. Hal ini agar usulan bisa tercatat lebih cepat dan tidak ada wilayah yang tertinggal.

“Jangan sampai ada kampung yang ketinggalan dari yang lain. Semua harus merasakan manfaat pembangunan,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================