Korban Majelis Ambruk di Ciomas Berjumlah 31, Termasuk Anak Usia 2,5 Tahun

Korban Majelis Ambruk di Ciomas
Korban ambruknya Majelis Taklim di Ciomas tengah mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bogor, Minggu (7/9/2025). (Foto: Dok. Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Insiden ambruknya Majelis Taklim Asohibiya di Kampung Kompas, Desa Sukamakmur RT 05/04, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (7/9/2025) pagi, menyisakan duka mendalam.

Peristiwa ini diduga dipicu kapasitas bangunan yang tidak memadai sehingga tidak mampu menahan beban saat kegiatan Peringatan Maulid Nabi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 31 orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Tiga orang di antaranya meninggal dunia, sementara lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor dan RS PMI Bogor.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, mengungkapkan dari 31 korban, 29 orang dirawat di RSUD Kota Bogor, satu orang di RS PMI Bogor, dan satu lainnya di rumah sakit terdekat.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

“Dari seluruh korban, tiga orang mengalami luka berat, seperti cedera kepala, patah tulang, hingga dugaan perdarahan internal akibat tertimpa tembok beton. Sebanyak 17 orang mengalami luka sedang, sisanya luka ringan,” jelas Ilham.

Ia menambahkan, korban berasal dari berbagai usia, mulai dari balita berusia 2,5 tahun hingga lansia di atas 50 tahun. Salah satu korban dengan cedera kepala berat adalah anak berusia 2,5 tahun yang kini tengah menunggu hasil CT Scan untuk penanganan lebih lanjut oleh tim bedah saraf.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

“Untuk korban dengan kondisi berat, kami akan menyesuaikan tindakan medis, apakah dilakukan di sini atau dirujuk ke rumah sakit tipe A. Yang jelas, penanganan korban menjadi prioritas utama,” tegas Ilham.

Pihak RSUD juga memastikan bahwa seluruh korban tidak akan dibebani biaya perawatan karena peristiwa ini dikategorikan sebagai musibah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memastikan semua korban tertangani dengan baik,” tambahnya.

Hingga kini, tim dari BPBD Kabupaten Bogor bersama aparat setempat masih melakukan pendataan korban dan menyelidiki penyebab ambruknya musala tersebut.

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================