BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyoroti persoalan penataan angkutan kota (angkot) yang melintas di Kota Bogor. Salah satunya terkait rencana rerouting atau penataan ulang trayek angkot yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.
Hal ini disampaikan Dedie saat memimpin apel bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di Terminal Bubulak, Selasa (9/9/2025).
Menurut Dedie, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat agar meninjau ulang sejumlah trayek angkot kabupaten yang masuk ke pusat Kota Bogor.
“Intinya, kami meminta Dishub Provinsi Jawa Barat meninjau ulang beberapa trayek angkot kabupaten yang langsung masuk ke jantung Kota Bogor,” ujar Dedie.
Dedie menjelaskan, program konversi dan reduksi angkot kota sudah berjalan signifikan. Jumlah angkot kota yang semula mencapai 3.800 unit kini sudah berkurang menjadi sekitar 2.500 unit.
Namun, di sisi lain, jumlah angkot kabupaten yang masuk ke Kota Bogor justru cukup besar, bahkan hampir mencapai 6.000 unit.
“Ini yang harus jadi perhatian bersama. Program reduksi angkot kota jalan, tapi jumlah angkot kabupaten yang masuk ke Bogor jauh lebih banyak. Kalau tidak diatur, justru memicu kemacetan,” tegas Dedie.
Dedie menekankan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Pemkot Bogor berharap pemerintah provinsi turun tangan membantu penataan angkot agar trayek sesuai kebutuhan masyarakat tanpa menambah beban di jalan-jalan Kota Bogor yang relatif sempit.
“Kami ingin penataan ini lebih rapi, jalurnya sesuai kebutuhan masyarakat, tapi juga tidak menambah padat lalu lintas di Kota Bogor,” pungkas Dedie.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















