BOGORTODAY.COM – Pemerintah resmi memperluas insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pegawai sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) hingga akhir 2026.
Kebijakan ini diperkirakan menyasar 552 ribu pekerja dengan total anggaran mencapai Rp480 miliar pada tahun depan.
Pada paruh pertama 2025, insentif PPh DTP hanya diberikan untuk karyawan di sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur.
Kini, pemerintah memperluas cakupan ke sektor horeka yang menjadi salah satu penopang pariwisata nasional.
“Target penerimanya 552 ribu pekerja, ini diberikan 100 persen PPh untuk sisa tahun pajak 2025 atau tiga bulan. Anggarannya Rp120 miliar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (15/92025).
Paket Ekonomi “8+4+5”
Selain insentif PPh DTP, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus melalui Paket Ekonomi “8+4+5” yang mencakup 8 program akselerasi di 2025, 4 program lanjutan di 2026, dan 5 program unggulan untuk penyerapan tenaga kerja.
Delapan program akselerasi di 2025 meliputi:
- Program magang lulusan perguruan tinggi (maksimal fresh graduate 1 tahun).
- Perluasan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata.
- Bantuan pangan Oktober–November 2025.
- Diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi BPU di transportasi online.
- Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan BPJS Ketenagakerjaan.
- Program padat karya tunai di Kementerian Perhubungan (Rp1,8 triliun) dan Kementerian Pekerjaan Umum (Rp3,5 triliun).
- Program deregulasi melalui implementasi PP Nomor 28 Tahun 2025.
- Program perkotaan berupa perbaikan kualitas permukiman dan dukungan pemasaran UMKM.
Empat program lanjutan di 2026:
- Perpanjangan PPh Final 0,5 persen untuk UMKM.
- Perpanjangan PPh 21 DTP sektor pariwisata.
- PPh 21 DTP untuk industri padat karya.
- Diskon iuran JKK dan JKM untuk seluruh BPU.
Lima program penyerapan tenaga kerja:
- Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
- Replanting perkebunan rakyat.
- Kampung Nelayan Merah Putih.
- Revitalisasi tambak Pantura.
- Modernisasi kapal nelayan.
Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi
Ragam insentif ini diluncurkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026.
Pemerintah berharap melalui stimulus perpajakan, bantuan sosial, hingga program padat karya, daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memperkuat serapan tenaga kerja.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















