Pansus DPRD Jabar Bakal Audensi dengan Kapolda, Bahas Kisruh Truk Tambang Parung Panjang

antrean truk tambang
Truk tambang memadati ruas jalan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Kamis (4/8/2025). Foto : metrobogor.com

BOGORTODAY.COM – Panitia Khusus (Pansus) V DPRD Provinsi Jawa Barat berencana melakukan audensi langsung dengan Kapolda Jabar terkait pengerahan personel kepolisian dalam penanganan masalah lalu lintas truk tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Anggota Pansus V DPRD Jabar, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa koordinasi dengan kepolisian perlu segera dilakukan mengingat kondisi di lapangan sudah tidak kondusif.

“Mudah-mudahan minggu depan kita bisa audensi dengan Kapolda terkait masalah Parung Panjang, khususnya lalu lintas. Karena Dishub Jabar memiliki keterbatasan kewenangan, sehingga perlu peran kepolisian,” ujar Samsul kepada Bogortoday, Rabu (17/9/2025).

Ia menjelaskan, Dishub hanya memiliki kewenangan administratif seperti pencabutan izin, sementara tindakan yuridis terhadap pelanggaran truk tambang merupakan ranah aparat keamanan. Karena itu, menurutnya perlu ada pembentukan satgas khusus yang melibatkan berbagai unsur hukum.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

“Ini harus diluruskan. Peran Dishub sudah baik, tapi kewenangan terbatas. Yang bisa melakukan tindakan tegas adalah kepolisian. Maka perlu ada komunikasi tripartit antara Pemkab, Pemprov, kepolisian, serta melibatkan kejaksaan. Harus ada satu bahasa bersama,” katanya.

 

Politikus Golkar ini menilai, persoalan Parung Panjang tidak bisa hanya dilihat dari sisi lokal Jawa Barat. Pasalnya, hampir 90 persen material tambang yang diangkut truk dari Parung Panjang dikirim ke wilayah DKI Jakarta dan Tangerang, Banten.

BACA JUGA :  Jalur Cepat Tegar Beriman Ditutup Malam Ini, Warga Diminta Cari Rute Alternatif

“Artinya ini lintas provinsi, bahkan sudah melibatkan tiga daerah, yakni Jabar, Banten, dan DKI. Banyak truk juga berpelat nomor luar Jabar, sehingga pajaknya bukan ke Jawa Barat. Jadi penyelesaiannya harus melibatkan unsur nasional,” ungkapnya.

Sebelumnya, puluhan warga Parung Panjang mendatangi pos Dishub Kabupaten Bogor pada Selasa (16/9/2025). Mereka menilai Dishub lalai dalam mengawasi aktivitas truk tambang yang tetap beroperasi di luar jam yang telah ditentukan. Dalam video yang beredar, warga tampak emosi dan memprotes keras petugas Dishub yang berjaga di lapangan.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================