INDONESIA BUTUH GURU YANG SMART BUKAN SMART TV

Smart TV
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

LEMBAGA Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkapkan interaktif flat panel (IFP) atau smart TV yang dibagikan ke sekolah dibeli dengan harga Rp 26 juta per unit dari produsen elektronik asal Tiongkok, Hisense.

Smart TV berlayar 75 inchi tipe 75WM61FE ini beroperasi dengan Android 13, memiliki memori 16 GB, terintegrasi dengan akun Merdeka Mengajar, serta dilengkapi aplikasi penunjang pembelajaran.

BACA JUGA :  Tips Memilih Kloset Duduk yang Nyaman dan Mudah Dibersihkan

Pemerintah menargetkan pembagian 330 ribu unit smart TV ke seluruh sekolah di Indonesia hingga akhir 2025, dengan total anggaran sekitar Rp7,9 triliun.

Program ini, yang bertujuan untuk mendukung pembelajaran digital dan mengatasi ketertinggalan pendidikan, bertujuan menyediakan setidaknya satu smart TV untuk setiap kelas di sekolah.

Namun, sejumlah pemerhati pendidikan menyoroti transparansi anggaran dan distribusi bantuan, bahkan ada temuan penyaluran ke sekolah internasional yang kemudian dibantah oleh Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto menegaskan program ini ditujukan untuk membangun ekosistem kelas digital sesuai tuntutan zaman, dengan distribusi ke seluruh sekolah negeri maupun swasta.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================