
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mempercepat proses pembangunan infrastruktur dalam program recovery pascabencana longsor yang terjadi di wilayah barat Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya.
Salah satu proyek recovery pascabencana yang tengah dikerjakan adalah pembangunan Jembatan Citilu yang menghubungkan wilayah Kecamatan Jasinga dan Sukajaya.
Proyek pembangunan Jembatan Citilu ini berlokasi di Jalan Ngasuh–Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, dengan nilai anggaran mencapai Rp4.140.000.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor.
Adapun pelaksana proyek adalah PT Galaxy Intranusa, sementara PT Adhimascipta Dwipantara bertindak sebagai konsultan pengawas.
Pihak administrasi penyedia jasa, Adhika Arba Prayoga, mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 28,5 persen.
“Untuk sekarang sedang dilakukan pekerjaan abutmen dan DPT pembersihan,” katanya, Kamis (16/10/2025).
Andhika menjelaskan, nantinya jembatan tersebut akan memiliki panjang 15 meter dengan lebar 7 meter.
“Secara bentuk seperti jembatan biasa, hanya saja strukturnya memakai girder bukan besi WF,” jelasnya.
Namun, di tengah proses pembangunan, pihaknya mengaku sempat mengalami kendala dalam penyediaan material.
“Kita sedikit kesulitan karena material ditutup, tapi aktivitas pekerjaan tetap berjalan. Kami tetap berupaya agar proyek ini selesai sebelum kontrak berakhir,” ucap dia.
Berdasarkan kontrak kerja, jangka waktu pelaksanaan proyek ini adalah 120 hari kalender. Meski demikian, pihak pelaksana menargetkan penyelesaian lebih cepat, yakni dalam waktu 90 hari, dengan tetap mengedepankan kualitas dan keamanan konstruksi.
“Kami mengupayakan sebelum kontrak juga pekerjaan sudah selesai karena ini jangka waktunya 120 hari dalam kontrak. Maksimal mungkin karena dari awal perencanaan kita targetkan 90 hari tapi saat ini ada kendala matrial,” katanya.
Selain itu, pihak pelaksana juga berharap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk meninjau ulang terhadap penutupan tambang andesit di wilayah Cigudeg. Sebab, berpengaruh terhadap percepatan pembangunan publik.
“Kami berharap pak gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk meninjau ulang soal penutupan tambang, karena kita juga sebetulnya terdampak dari segi matrial yang susah dicari,” harapnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















