Petani di Pangradin Paceklik Sumber Air, Dampak Bendungan Cimerek Tak Berfungsi Maksimal 

BOGORTODAY.COMBendungan Cimerek yang dahulu menjadi sumber kehidupan bagi para petani di Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, kini tinggal kenangan.

Infrastruktur yang pernah dibangun secara swadaya oleh masyarakat itu tampak terbengkalai. Air tak lagi mengalir, sementara saluran irigasi yang dulu menyuburkan pesawahan kini kering kerontang.

“Dulu dibangun swadaya oleh warga yang punya sawah di sini,” ujar seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di area persawahan Batu Lawang, Pangradin 1, Sabtu (25/10/2025).

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Ia mengaku, sejak saluran air dari Bendungan Cimerek tak lagi berfungsi, banyak petani memilih membiarkan sawahnya mengering. “Sekarang susah tanam padi, air tidak sampai. Kalau pun hujan, cuma sebentar,” katanya.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana infrastruktur kecil yang menopang kehidupan masyarakat desa sering kali terabaikan. Padahal, di tengah gempuran proyek-proyek besar, bendungan kecil seperti Cimerek justru menjadi penyangga utama ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Berharap bisa dibangun kembali oleh pemerintah, supaya airnya bisa mengalir ke sawah dan masyarakat bisa kembali menanam,” terangnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================