Petani di Pangradin Paceklik Sumber Air, Dampak Bendungan Cimerek Tak Berfungsi Maksimal 

Petani di Pangradin Paceklik Sumber Air, Dampak Bendungan Cimerek Tak Berfungsi Maksimal. (foto: istimewa)

BOGORTODAY.COMBendungan Cimerek yang dahulu menjadi sumber kehidupan bagi para petani di Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, kini tinggal kenangan.

Infrastruktur yang pernah dibangun secara swadaya oleh masyarakat itu tampak terbengkalai. Air tak lagi mengalir, sementara saluran irigasi yang dulu menyuburkan pesawahan kini kering kerontang.

“Dulu dibangun swadaya oleh warga yang punya sawah di sini,” ujar seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di area persawahan Batu Lawang, Pangradin 1, Sabtu (25/10/2025).

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Beasiswa untuk 17.000 Siswa Kurang Mampu

Ia mengaku, sejak saluran air dari Bendungan Cimerek tak lagi berfungsi, banyak petani memilih membiarkan sawahnya mengering. “Sekarang susah tanam padi, air tidak sampai. Kalau pun hujan, cuma sebentar,” katanya.

BACA JUGA :  Kehabisan Obat, ODGJ di Cariu Bacok Tetangga

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana infrastruktur kecil yang menopang kehidupan masyarakat desa sering kali terabaikan. Padahal, di tengah gempuran proyek-proyek besar, bendungan kecil seperti Cimerek justru menjadi penyangga utama ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Berharap bisa dibangun kembali oleh pemerintah, supaya airnya bisa mengalir ke sawah dan masyarakat bisa kembali menanam,” terangnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================