Mengapa Kita Sulit Mengingat Mimpi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mimpi
Ilustrasi Tidur. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Siapa yang masih ingat detail mimpi tadi malam? Kenyataannya, sebagian besar orang kesulitan mengingat mimpi yang baru saja mereka alami—bahkan jika baru terjadi beberapa menit sebelum bangun tidur.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi terkait erat dengan cara kerja otak saat kita tidur.

Mimpi Terjadi pada Tidur REM

Menurut para ahli, mimpi paling banyak terjadi pada fase tidur rapid eye movement (REM). Pada tahap ini, aktivitas otak mirip dengan kondisi terjaga: cepat, aktif, dan penuh impuls.

Namun ada satu perbedaan penting—bagian otak yang bertugas memindahkan memori ke penyimpanan jangka panjang menjadi kurang aktif.

Sementara itu, area memori jangka pendek tetap bekerja, tetapi hanya mampu menyimpan informasi sekitar 30 detik.

“Kamu harus terbangun dari tidur REM untuk mengingat mimpi. Jika kamu langsung masuk ke tahap tidur berikutnya tanpa sempat terbangun, mimpi tersebut tidak akan pernah masuk memori jangka panjang,” ujar peneliti mimpi dari Harvard Medical School, Deirdre Barrett, dikutip dari Scientific American, Rabu (5/11/2025).

BACA JUGA :  Seberapa Sering Buang Air Normal? Ini Penjelasan Medis tentang BAK dan BAB

Durasi Tidur Berpengaruh pada Ingatan Mimpi

Tidur REM terjadi setiap sekitar 90 menit, dan durasinya akan semakin panjang seiring berjalannya malam. Fase REM pertama hanya berlangsung beberapa menit, tetapi menjelang akhir tidur delapan jam, seseorang bisa berada dalam fase REM selama sekitar 20 menit.

Inilah alasan mengapa durasi tidur menjadi faktor kuat dalam kemampuan mengingat mimpi.

“Jika kamu hanya tidur enam jam, kamu mendapatkan kurang dari setengah waktu bermimpi dibanding tidur delapan jam. Jam-jam terakhir tidur adalah yang paling penting untuk bermimpi, dan orang biasanya mengingat mimpi terakhir, yang terjadi tepat sebelum bangun,” jelas Barrett.

Faktor Lain yang Menentukan Ingatan Mimpi

Selain durasi tidur, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi apakah seseorang bisa mengingat mimpinya atau tidak:

  1. Jenis Kelamin
BACA JUGA :  Wabup Bogor Sebut WTP Dua Kali Berturut-turut Bukti Akuntabilitas Pemkab

Meta-analisis pada 2008 menunjukkan bahwa perempuan rata-rata mengingat lebih banyak mimpi daripada laki-laki.

  1. Usia

Kemampuan ini berubah seiring waktu:

  • Anak-anak mulai mengingat mimpi sejak mereka mampu bercerita.
  • Kemampuan mengingat mimpi stabil pada masa remaja hingga awal usia 20-an.
  • Setelah itu, perlahan menurun seiring bertambahnya usia.
  1. Kepribadian

Orang yang cenderung introvert, reflektif, atau banyak melamun biasanya lebih mudah mengingat mimpi.

Sebaliknya, mereka yang ekstrovert dan berorientasi pada tindakan cenderung mengingat lebih sedikit.

  1. Imajinasi dan Kreativitas

“Daya imajinasi tinggi, mudah terhipnosis, serta beberapa ukuran kreativitas juga berkaitan dengan kemampuan mengingat mimpi,” tambah Barrett.

Setiap Orang Berbeda

Meski ada pola umum, ingatan mimpi sangat bervariasi antarindividu. Ada yang hampir tidak pernah mengingat mimpinya, ada juga yang bisa mengingat beberapa mimpi setiap malam.

Hal ini normal dan dipengaruhi kombinasi faktor biologis, psikologis, dan kebiasaan tidur.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================