BOGORTODAY.COM – Wudhu merupakan syarat sah sholat yang wajib diperhatikan oleh setiap muslim.
Karena itu, penting memahami tata cara dan urutan wudhu yang benar agar ibadah sholat dapat diterima dengan sempurna.
Dalam pelaksanaannya, wudhu dilakukan dengan menggunakan air bersih dan suci (air mutlak), yaitu air yang dapat mensucikan, sebagaimana dijelaskan dalam 125 Masalah Thaharah karya Muhammad Anis Sumaji.
Dalil Perintah Wudhu dalam Al-Qur’an
Perintah wudhu secara jelas tercantum dalam surah Al-Maidah ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”
Ayat ini menjadi dasar utama bahwa wudhu adalah ibadah yang memiliki aturan dan urutan tertentu yang tidak boleh diabaikan.
Apakah Wudhu Harus Dilakukan Secara Berurutan?
Dalam buku Urgensi Menghayati Makna Shalat oleh Eko Setyo Budi, disebutkan bahwa wudhu wajib dilakukan secara tertib atau berurutan. Artinya, muslim tidak boleh membolak-balik urutan wudhu.
Berbeda dengan beberapa ritual haji yang dapat diganti dengan dam jika terdapat halangan, wudhu tidak memiliki pengganti. Jika dilakukan tidak sesuai urutan, wudhu dianggap tidak sah dan harus diulang dari awal.
Tata Cara dan Urutan Wudhu Sesuai Sunnah
Tata cara ini merujuk pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim tentang wudhu Utsman bin Affan:
- Niat wudhu sebelum memulai.
- Membaca basmalah.
- Membasuh kedua telapak tangan tiga kali.
- Berkumur tiga kali.
- Menghirup air ke hidung (istinsyaq) tiga kali.
- Membasuh wajah tiga kali.
- Membasuh kedua tangan hingga siku, dimulai dari kanan lalu kiri, tiga kali.
- Mengusap kepala satu kali (sebagian ulama menyunnahkan tiga kali).
- Membasuh kedua telinga tiga kali.
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dimulai dari kanan tiga kali.
Dengan mengikuti urutan ini, wudhu dianggap sah dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Doa Lengkap Wudhu dari Niat hingga Setelah Selesai
Berikut adalah doa-doa saat wudhu sebagaimana dikutip dari Al-Adzkar karya Imam Nawawi:
- Niat Wudhu
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta‘ala.”
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
- Doa Saat Berkumur
اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا
“Ya Allah, berikanlah aku minum dari telaga Nabi-Mu—yang dengan satu tegukan darinya aku tidak akan haus selamanya.”
- Doa Saat Menghirup Air ke Hidung
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نَعِيْمِكَ وَجَنَاتِكَ
“Ya Allah, janganlah Engkau haramkan aku dari wangi kenikmatan dan surga-Mu.”
- Doa Saat Membasuh Wajah
اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
“Ya Allah, putihkanlah wajahku kelak pada hari wajah-wajah memutih dan menghitam.”
- Doa Saat Membasuh Tangan
اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ، وَلَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ
“Ya Allah, berikanlah buku catatan amalanku melalui tangan kananku, dan jangan melalui tangan kiriku.”
- Doa Saat Mengusap Kepala
اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِي وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ
“Ya Allah, haramkan rambut dan kulitku dari api neraka, dan naungilah aku di bawah ‘Arsy-Mu.”
- Doa Saat Membasuh Telinga
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mendengar perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya.”
- Doa Saat Membasuh Kaki
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ
“Ya Allah, kokohkanlah kakiku di atas Shirath pada hari banyak kaki yang tergelincir.”
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ … أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah… Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.”
Apakah Doa pada Tiap Anggota Wudhu Wajib?
Menurut penjelasan ulama dalam Al-Adzkar, doa-doa yang dibaca pada setiap anggota wudhu bukan bagian dari sunnah Nabi, melainkan amalan ulama salaf.
Karena itu, doa-doa tersebut tidak wajib, namun tetap boleh diamalkan sebagai bentuk dzikir dan permohonan kebaikan.
- Wudhu adalah ibadah yang memiliki urutan tertentu dan wajib dilakukan secara tertib.
- Tata cara wudhu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam hadits sahih.
- Doa-doa wudhu boleh dibaca, tetapi tidak wajib dan bukan sunnah Nabi.
- Wudhu yang benar akan menyempurnakan sholat dan memberikan ketenangan hati.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat meningkatkan pemahaman tentang tata cara wudhu yang benar.
Wallahu a‘lam.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















