Bahaya Tersembunyi di Balik Spatula Plastik: Ahli IPB Ingatkan Risiko untuk Kesehatan

Spatula Plastik
Ilustrasi Spatula Plastik. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pemilihan spatula untuk memasak sering dianggap sepele. Padahal, bahan yang digunakan pada alat masak ini bisa menjadi sumber bahaya tersembunyi bagi kesehatan.

Ahli biomedik IPB University, Benedikta Diah Saraswati, mengungkapkan bahwa spatula berbahan plastik memiliki potensi mengalami degradasi termal ketika terpapar panas tinggi saat digunakan.

Menurutnya, panas dapat membuat ikatan kimia pada polimer plastik terurai, sehingga melepaskan berbagai senyawa berbahaya ke dalam makanan.

Senyawa Berbahaya yang Mungkin Terkandung dalam Spatula Plastik

Diah menjelaskan bahwa beberapa zat kimia yang dapat muncul akibat pemanasan berulang pada spatula plastik antara lain:

  • Bisphenol A (BPA)
  • Ftalat
  • Formaldehida
  • Amina aromatik

Salah satunya, BPA, dikenal sebagai senyawa yang dapat mengacaukan sistem hormon tubuh, termasuk hormon estrogen.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Turun Langsung ke Sekolah, Program “Kami Mendengar” Perkuat Pendidikan di Kabupaten Bogor

“Paparan BPA jangka panjang dapat memicu gangguan kesuburan, resistensi insulin, masalah perkembangan janin, hingga risiko kanker,” jelasnya.

Risiko Spatula Plastik Meleleh dan Lepasnya Mikroplastik

Tak hanya melalui pelepasan BPA, spatula plastik yang mulai meleleh juga berbahaya. Dalam kondisi tersebut, plastik dapat mengeluarkan monomer sisa yang bersifat:

  • Neurotoksik (merusak saraf)
  • Karsinogenik (memicu kanker)

Selain itu, gesekan antara spatula dan wajan panas bisa menyebabkan mikroplastik terlepas dan ikut terbawa bersama makanan.

“Partikel ini bisa menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan mengendap di jaringan tubuh,” ujar Diah. Akumulasi mikroplastik dapat memicu stres oksidatif dan peradangan kronis, yang berdampak pada kerusakan sel, gangguan imun, hingga sindrom metabolik.

Pilih Silikon atau Kayu, tapi Tetap Hati-Hati

BACA JUGA :  Benarkah Jahe Bisa Menurunkan Demam? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Sebagai alternatif, Diah menyarankan penggunaan spatula berbahan silikon murni atau kayu. Silikon berkualitas baik tidak menyebabkan gangguan hormonal maupun stres oksidatif, sehingga relatif aman untuk penggunaan jangka panjang.

Namun, ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap produk silikon murah yang kemungkinan telah dicampur plastik. Beberapa tanda spatula silikon tidak murni antara lain:

  • Warna mudah berubah
  • Harga sangat murah
  • Mengeluarkan bau kimia menyengat

Jika ditemukan ciri-ciri ini, besar kemungkinan produk tersebut mengandung campuran plastik.

Pemilihan spatula yang aman bukan sekadar soal kenyamanan memasak, tetapi juga menyangkut kesehatan jangka panjang.

Dengan memahami risiko senyawa berbahaya dari spatula plastik, masyarakat dapat lebih bijak memilih alat masak yang aman, tahan lama, dan tidak membahayakan tubuh.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================