15 Juta Serangan Siber Menyamar Sebagai VPN: Gen Z Jadi Target Utama

Siber
Ilustrasi VPN. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap temuan mengejutkan terkait meningkatnya serangan siber yang memanfaatkan kepopuleran aplikasi Virtual Private Network (VPN).

Sepanjang Oktober 2024 hingga September 2025, tercatat lebih dari 15 juta upaya serangan siber yang menyamar sebagai aplikasi VPN.

Serangan ini bukan sekadar gangguan ringan. Banyak VPN palsu yang disusupi malware berbahaya, mulai dari adware, pengunduh (downloader), hingga trojan yang mampu mencuri data personal dan memberi akses jarak jauh bagi pelaku ke perangkat korban.

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

Gen Z Jadi Kelompok Paling Rentan

Kaspersky secara khusus mengimbau pengguna generasi Z agar lebih waspada. Kelompok pengguna muda ini diketahui dua kali lebih sering menggunakan VPN dibanding generasi sebelumnya.

“Generasi Z mungkin sadar akan privasi, tetapi mereka juga pragmatis dan seringkali didorong oleh kenyamanan. Perilaku ini menciptakan celah yang secara aktif dieksploitasi oleh penjahat siber,” ujar Evgeny Kuskov, Pakar Keamanan di Kaspersky.

Para penyerang memanfaatkan tren ini dengan memasarkan VPN bajakan, versi gratis, atau aplikasi yang meniru nama dan tampilan layanan premium.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

Banyak pengguna muda mengunduhnya karena tidak ingin membayar atau tergoda fitur premium gratis, padahal risiko yang dihadapi jauh lebih besar.

Tingkat Kesadaran Privasi Tinggi, Tetapi Salah Langkah

Riset menunjukkan Gen Z tumbuh di era kebocoran data, pelacakan algoritmik, dan media sosial yang saling terhubung, membuat mereka lebih peduli privasi digital.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================