FAM Resmi Banding ke CAS: Harapan Terakhir di Tengah Badai Naturalisasi

FAM melangkah ke CAS sebagai upaya terakhir melawan sanksi FIFA dalam kasus naturalisasi, di tengah tekanan publik dan masa depan tujuh pemain yang terancam. (Foto: pinterest)

BOGORTODAY.COM – Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) akhirnya mengambil langkah besar dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait sanksi berat dari FIFA atas kasus naturalisasi pemain-pemain keturunan Harimau Malaya. Langkah ini menjadi upaya terakhir FAM untuk membela diri sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang tengah goyah.

Dalam rilis resmi yang diterbitkan Senin (8/12/2025), FAM mengonfirmasi bahwa dokumen banding telah resmi dikirim ke CAS. Mereka menegaskan proses ini sepenuhnya dijalani dengan profesional dan transparan.

FAM telah mengajukan Pernyataan Banding kepada CAS terkait hukuman Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terhadap badan pengurus dan tujuh pemain keturunan Harimau Malaya,” tulis FAM. CAS kemudian memberikan waktu hingga 18 Desember 2025 bagi tim kuasa hukum FAM untuk menyerahkan tanggapan lengkap.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Kasus ini bermula ketika FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemainnya Gabriel Palermo, Rodrigo Holgado, Facundo Garces, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, Hector Hevel, serta Imanol Machuca yang dinilai tidak memiliki garis keturunan Malaysia. Selain denda besar, para pemain tersebut juga menerima hukuman larangan bermain selama satu tahun.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Banding awal ke FIFA ditolak, sehingga CAS kini jadi panggung terakhir untuk mencari keadilan. Namun banyak pihak meyakini peluang FAM cukup tipis. FIFA sudah merinci pelanggaran administratif dan pemalsuan dokumen yang membuat publik Malaysia murka dan memicu sorotan tajam terhadap federasi.

Di tengah badai kritik dan ketidakpastian, langkah FAM ke CAS menjadi tanda bahwa federasi masih ingin memperjuangkan nama baik dan keabsahan program naturalisasinya.

(MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================