KLH dan PT SSBP Lakukan Penanaman Pohon Masif, Tingkatkan Komitmen Konservasi di DAS Puncak

BOGORTODAY.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) kembali melakukan penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Puncak, Kabupaten Bogor, bersama PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), pada Jumat (12/12/2024).

Aksi ini merupakan respons atas kondisi DAS Ciliwung yang dinilai sudah sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Menteri KLH Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan penanaman menyoroti kondisi DAS Puncak yang krusial. DAS seluas 47.000 hektar tersebut kini dihuni oleh 3,5 juta jiwa, jauh melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan.

DAS Ciliwung ini sudah sangat riskan. Dengan hujan hanya 140 mm saja, sudah menimbulkan banyak korban, baik jiwa maupun harta benda,” ungkap Menteri Hanif.

Ia memproyeksikan curah hujan ekstrem seperti yang terjadi di Sumatera Utara (lebih dari 450 mm) bisa terjadi di berbagai tempat, sehingga Ciliwung harus terus berbenah.

BACA JUGA :  Hukum Makan dan Minum Menggunakan Wadah Emas dalam Islam, Haram atau Makruh?

Peran Vital Perkebunan Teh dan Komitmen Konservasi

Hanif Faisol mengapresiasi PT SSBP yang telah menindaklanjuti dokumen lingkungannya dengan melakukan penanaman pohon-pohon berkayu dan berakar tunjang, minimal dengan jarak 20×20 meter.

Dengan luas lahan 550 hektar, PT SSBP dinilai memiliki peran vital dalam melindungi masyarakat yang tinggal di hilir. Menteri mengingatkan, nilai cover perkebunan teh tidak setinggi hutan, sehingga ketika hujan deras, air cenderung langsung turun ke sungai dan memperburuk bencana banjir dan tanah longsor.

“Kita tentu mendukung upaya sepenuhnya dalam membangun ekonomi, namun menjadikan lingkungan sebagai panglima itu sudah merupakan keniscayaan,” tegasnya.

SSBP Jadi Mitra Aktif Jaga Lingkungan

Komisaris PT SSBP, Bernardus Djonoputro, menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu menjaga lingkungan sebagai mitra aktif pemerintah. Menurutnya, kebun teh di Puncak adalah tradisi dan bagian penting dari ekosistem Gunung Gede Pangrango yang harus dikonservasi.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade: Musabaqah Adzan Nusantara Jadi Wadah Mencetak Generasi Islami Berkarakter

“Kita komit untuk selalu menjaga lingkungan, salah satunya adalah dengan penanaman pohon secara reguler,” ujar Bernie.

Ia menyebut, saat ini terdapat lebih dari 30.000 tanaman keras, seperti Damar dan Suren di perkebunan teh SSBP. Selain itu, mereka juga membangun kolam-kolam retensi.

“Di lingkungan kami masih ada elang Jawa, masih ada macan tutul, dan surili. Perkebunan teh swasta itu bisa menjadi mitra pemerintah di dalam menjaga lingkungan dan melakukan konservasi terhadap kawasan,” tambahnya.

Penanaman pohon ini merupakan upaya SSBP untuk menjaga sumber-sumber air yang mengalir ke Jakarta. Menteri LH berharap komitmen ini terus ditingkatkan, dan aktivitas ekonomi dapat berirama dengan peningkatan kapasitas lingkungan DAS Ciliwung yang sudah sangat rentan.*

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================