Komentar Leverkusen Warnai Sorotan pada Xabi Alonso di Madrid

Perjalanan Xabi Alonso di Real Madrid mulai diwarnai tekanan. Meski sempat tampil meyakinkan di awal musim, hasil yang menurun membuat sorotan datang, termasuk dari mantan klubnya, Bayer Leverkusen. (Foto: bola.net)

BOGORTODAY.COM – Belum genap setengah musim berjalan, perjalanan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid sudah menjadi bahan perbincangan. Sorotan terhadap performa Los Blancos dalam beberapa pekan terakhir turut memancing komentar dari pihak luar, salah satunya datang dari CEO Bayer Leverkusen, Fernando Carro.

Alonso sejatinya mengawali musim dengan impresif. Real Madrid sempat mencatatkan 10 kemenangan dari 11 laga awal Liga Spanyol, yang membawa Kylian Mbappe dan kawan-kawan bertengger di puncak klasemen. Namun, performa tersebut perlahan menurun. Dalam enam pertandingan berikutnya, Madrid hanya mampu meraih dua kemenangan.

BACA JUGA :  Belanda Tampil Superior, Swedia Dibungkam 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Situasi itu membuat posisi Madrid di klasemen LaLiga tergeser oleh Barcelona, yang kini unggul empat poin. Meski demikian, kiprah Madrid di Liga Champions masih terbilang aman. Mereka menempati peringkat ketujuh atau zona lolos langsung ke babak 16 besar, dengan koleksi 12 poin dari enam pertandingan. Kendati demikian, dua kekalahan dari Liverpool dan Manchester City tetap menjadi catatan yang tak luput dari sorotan.

Tekanan terhadap Alonso juga diperkuat dengan munculnya isu internal ruang ganti yang menyebut sang pelatih kurang mendapat dukungan penuh dari skuad. Isu tersebut telah beberapa kali dibantah oleh Alonso maupun para pemain Madrid.

BACA JUGA :  Inggris Tantang Kroasia di Piala Dunia 2026, Adu Generasi Muda dan Pengalaman Jadi Sorotan

Situasi ini rupanya turut diamati oleh Bayer Leverkusen, klub yang pernah dilatih Alonso selama tiga tahun. Fernando Carro menilai konteks yang dihadapi Alonso di Madrid sangat berbeda dengan yang ia alami saat bersama Leverkusen.

Carro menyoroti bagaimana lingkungan klub turut memengaruhi kinerja pelatih. Menurutnya, dukungan manajemen dan kesatuan internal menjadi faktor penting agar pelatih dapat bekerja dengan optimal, terutama saat tim berada dalam tekanan.

(MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================