BOGORTODAY.COM – Planetarium dan Observatorium Jakarta yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, akhirnya kembali dibuka untuk publik setelah lebih dari satu dekade tidak beroperasi. Kehadiran kembali ikon edukasi sains ini disambut antusias, terutama oleh pelajar dan pecinta astronomi.
Planetarium Jakarta merupakan salah satu institusi astronomi tertua di Indonesia. Pembangunannya dimulai pada 1964 atas gagasan Presiden pertama RI, Soekarno, yang ingin memperkenalkan ilmu pengetahuan tentang antariksa kepada masyarakat luas.
Proyek ini didukung oleh pemerintah serta bantuan dari Gabungan Koperasi Batik Indonesia.
Bangunan Planetarium rampung pada 1968 dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, bersamaan dengan peresmian kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki.
Setahun kemudian, tepatnya pada 1 Maret 1969, Planetarium resmi dibuka untuk umum dengan pertunjukan menggunakan proyektor Universal buatan Carl Zeiss asal Jerman. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Planetarium Jakarta.
Namun seiring waktu, kondisi bangunan dan fasilitas mulai menurun. Sejak 2012, Planetarium terpaksa menghentikan operasionalnya untuk menjalani proses perencanaan pembaruan dan revitalisasi.
Penutupan ini dilakukan agar Planetarium dapat kembali berfungsi sebagai pusat edukasi astronomi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
Sejak 2019, Planetarium Jakarta masuk dalam program revitalisasi besar kawasan Taman Ismail Marzuki. Berbagai pembaruan dilakukan, mulai dari perbaikan struktur bangunan, peningkatan kualitas ruang pertunjukan, hingga pemasangan teknologi visual dan audio terkini. Kursi penonton juga diperbarui agar pengunjung dapat menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman.
Kehadiran kembali Planetarium Jakarta diharapkan menjadi pusat pembelajaran sains yang inspiratif, sekaligus destinasi wisata edukatif bagi masyarakat. Selain menyajikan pertunjukan astronomi, kawasan ini juga dirancang sebagai ruang interaksi, edukasi, dan eksplorasi ilmu pengetahuan.
Pada Selasa, 23 Desember 2025, Planetarium Jakarta resmi dibuka kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan bahwa akses ke Planetarium akan digratiskan bagi pelajar selama tiga bulan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan sains di Indonesia.
“Setelah lebih dari 13 tahun, sejak 2012, Planetarium yang digagas oleh Bang Ali Sadikin akhirnya bisa dihidupkan kembali. Ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Pramono.
Dengan dibukanya kembali Planetarium dan Observatorium Jakarta, diharapkan masyarakat dapat kembali menikmati sarana edukasi astronomi yang modern sekaligus menjadikan TIM sebagai pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang hidup di jantung Ibu Kota.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















