Tren Makanan Sehat 2026: Dari Beauty Food hingga Creatine, Ini yang Diprediksi Populer

BOGORTODAY.COM – Tren makanan sehat terus bergerak dinamis, secepat perubahan gaya hidup modern. Apa yang beberapa tahun lalu dianggap wajib dicoba, kini bisa saja tergeser oleh pendekatan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan tubuh masa kini.

Meski demikian, para ahli gizi menilai setiap tren selalu meninggalkan pola menarik yang patut dicermati.

Memasuki tahun 2026, fokus tren makanan sehat tidak lagi sekadar soal diet ekstrem atau pengurangan kalori.

Perhatian mulai bergeser pada kesehatan usus, fungsi otak, serta perawatan tubuh dari dalam.

Berikut sejumlah tren makanan sehat yang diprediksi akan mencuri perhatian tahun depan, dirangkum dari Real Simple.

  1. Beauty Foods

Konsep beauty from within semakin menguat. Makanan yang diklaim mampu menunjang kecantikan kulit, rambut, dan kuku diperkirakan akan makin populer. Bahan seperti alpukat, salmon, beri, telur, dan ubi jalar sudah lama dikenal kaya nutrisi pendukung kesehatan kulit.

Pada 2026, klaim manfaat kecantikan diprediksi akan tampil lebih berani di label produk kemasan. Kolagen tetap menjadi primadona, terutama karena perannya menjaga elastisitas kulit, kekuatan rambut, dan kesehatan tulang.

Menariknya, kolagen kini banyak hadir dalam bentuk minuman siap konsumsi, seperti susu fermentasi, yang juga mendukung kesehatan pencernaan.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Tak hanya itu, antioksidan seperti resveratrol mulai dikemas ulang tanpa kandungan alkohol. Konsumen pun semakin kreatif, misalnya dengan menambahkan kefir berkolagen dan anggur segar ke dalam menu sarapan berbasis gandum utuh.

  1. Beef Tallow

Setelah tren plant-based mendominasi, arah konsumsi mulai bergeser. Beef tallow atau lemak sapi kembali mendapat tempat sebagai bahan memasak alami, terutama untuk teknik memasak bersuhu tinggi.

Lemak ini dikenal stabil, memiliki rasa gurih khas, dan daya simpan panjang. Meski mengandung lemak jenuh, beef tallow dipandang sebagai alternatif alami dibanding minyak nabati ultra-proses. Meski begitu, para ahli tetap menekankan bahwa penggunaannya sebaiknya terbatas dan tidak menggantikan sepenuhnya minyak sehat seperti minyak zaitun extra virgin.

  1. Fiber Maxxing

Jika sebelumnya protein menjadi sorotan utama, tahun 2026 diprediksi menjadi era kejayaan serat. Kesadaran akan pentingnya kesehatan usus mendorong banyak orang meningkatkan asupan serat harian.

Serat berperan penting dalam menjaga pencernaan, menstabilkan gula darah, hingga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Rekomendasi konsumsi pun kembali digaungkan, yakni sekitar 25–35 gram per hari. Sumber alami seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan diperkirakan kembali menjadi primadona, menggantikan produk instan tinggi serat buatan.

  1. Fancy Butter
BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Mentega kembali naik daun, bukan sekadar sebagai bahan masakan, tetapi simbol kembali ke cita rasa otentik. Tren ini mendorong lahirnya berbagai varian mentega premium, seperti cultured butter dan compound butter dengan tambahan rempah, bawang, atau jamur.

Penggunaannya sederhana, namun mampu memberikan cita rasa kaya pada hidangan rumahan. Di tengah gaya hidup serba cepat, mentega menjadi simbol kenyamanan dan kehangatan dapur rumahan.

  1. Creatine

Selama ini dikenal sebagai suplemen atlet, creatine kini menarik perhatian lebih luas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa creatine tidak hanya bermanfaat bagi otot, tetapi juga berperan dalam fungsi otak, energi sel, dan daya tahan mental.

Konsumsi creatine dikaitkan dengan peningkatan fokus, daya ingat, serta stamina, terutama saat tubuh mengalami kelelahan atau kurang tidur. Selain dalam bentuk suplemen, creatine juga bisa diperoleh dari sumber alami seperti daging sapi, ayam, ikan, susu, dan keju.

Tren makanan sehat 2026 menunjukkan bahwa fokus tak lagi sekadar pada penampilan fisik, melainkan keseimbangan antara fungsi tubuh, kesehatan jangka panjang, dan kualitas hidup secara menyeluruh.

Dengan memilih makanan secara lebih sadar, tubuh pun dapat dirawat dari dalam—secara alami dan berkelanjutan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================