Seberapa Sering Aman Mengonsumsi Mi Instan? Ini Penjelasan Dokter Gizi

BOGORTODAY.COM Mi instan menjadi salah satu makanan favorit banyak orang karena praktis, murah, dan rasanya gurih. Dari anak-anak hingga orang dewasa, mi instan kerap dijadikan solusi cepat saat lapar atau tidak sempat memasak.

Namun di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan yang sering dibahas: seberapa sering sebenarnya aman mengonsumsi mi instan?

Dokter spesialis gizi, Inge Permadi, menjelaskan bahwa secara komposisi gizi, mi instan pada dasarnya terdiri dari karbohidrat, dengan kandungan protein dan lemak yang relatif sedikit.

Faktor utama yang menentukan risiko kesehatannya bukan semata-mata mi instan itu sendiri, melainkan kandungan garam (natrium) di dalamnya.

Kandungan Garam Jadi Sorotan

Rasa gurih yang membuat mi instan digemari berasal dari garam. Menurut Dokter Inge, dampak konsumsi mi instan terhadap kesehatan sangat bergantung pada sensitivitas masing-masing individu terhadap asupan garam.

“Tergantung pada komposisi di dalamnya, kalau dia terlalu banyak garam tentu dia menjadi berisiko,” ujar Inge.

BACA JUGA :  Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Mana yang Lebih Utama?

Ia menegaskan bahwa risiko mi instan tidak bisa dilepaskan dari pola makan secara keseluruhan. Jika seseorang sering mengonsumsi mi instan dan di saat yang sama juga mengonsumsi makanan lain yang tinggi garam, maka asupan natrium harian bisa berlebihan.

Asupan garam yang berlebih menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko hipertensi, bahkan sejak usia muda. Batas konsumsi garam yang dianjurkan adalah kurang dari 5 gram garam dapur per hari.

Tidak Ada Batas Pasti, Ini Kuncinya

Lantas, berapa kali sebenarnya mi instan boleh dikonsumsi? Dokter Inge tidak menyebutkan angka pasti per minggu atau per bulan. Menurutnya, batas aman sangat bergantung pada cara konsumsi dan kombinasinya dengan makanan lain.

Mi instan bisa menjadi lebih layak dikonsumsi jika diposisikan sebagai sumber karbohidrat, lalu dilengkapi dengan protein dan zat gizi lainnya.

“Kalau kita anggap mi sebagai karbohidrat, lalu ditambahkan protein, dia bisa jadi makanan bergizi. Tapi bumbunya sebaiknya dikurangi supaya tidak terlalu asin,” jelasnya.

BACA JUGA :  Resep Bihun Ayam Rebus Kuah Gurih, Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Dalam pola makan sehat, komposisi gizi ideal terdiri dari sekitar 50–60 persen karbohidrat, 10–15 persen protein, dan lemak kurang dari 30 persen.

Tips Konsumsi Mi Instan Lebih Sehat

Agar lebih aman dikonsumsi, mi instan sebaiknya:

  • Tidak dimakan sendirian
  • Ditambah lauk berprotein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe
  • Dilengkapi sayuran untuk menambah serat dan vitamin
  • Mengurangi penggunaan bumbu instan agar tidak terlalu asin

Mi instan bukan makanan yang sepenuhnya harus dihindari, namun frekuensi dan cara konsumsinya perlu dikontrol. Jika dikonsumsi terlalu sering, terutama tanpa tambahan protein dan dengan bumbu lengkap, risiko kesehatan akan meningkat.

Sebaliknya, jika dikonsumsi sesekali dan dikombinasikan dengan bahan makanan bergizi lain, mi instan masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehari-hari yang seimbang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================