
BOGORTODAY.COM – Final Piala Afrika di Rabat berubah menjadi malam penuh emosi dan kontroversi saat Senegal menundukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Pape Gueye pada menit ke-94 memastikan Singa Teranga mengangkat trofi AFCON untuk kali kedua dalam sejarah mereka.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan kedua tim tampil berhati-hati. Peluang bersih nyaris tak tercipta sepanjang waktu normal, seiring kuatnya disiplin lini belakang masing-masing kubu. Namun, tensi laga meningkat drastis di masa tambahan waktu ketika sejumlah keputusan wasit memicu protes keras.
Situasi memanas ketika gol sundulan Ismaila Sarr dianulir karena dianggap ada pelanggaran lebih dulu. Ketegangan mencapai puncak saat wasit Jean Jacques Ndala menunjuk titik putih untuk Maroko usai intervensi VAR pada menit ke-98. Keputusan ini membuat pelatih Senegal, Pape Thiaw, menarik sebagian besar pemainnya keluar lapangan sebagai bentuk protes. Laga sempat terhenti cukup lama sebelum akhirnya dilanjutkan.
Maroko mendapatkan kesempatan emas lewat penalti tersebut. Brahim Diaz maju sebagai eksekutor dengan beban besar di pundaknya. Namun, tendangan panenka yang dilepaskannya justru mengarah lurus ke pelukan Edouard Mendy. Kegagalan itu membuat stadion terdiam dan mengubah arah momentum pertandingan.
Memasuki babak tambahan, Senegal tampil dengan energi emosional yang lebih kuat. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil saat Pape Gueye muncul dari lini kedua dan melepaskan tembakan keras kaki kiri. Bola membentur bagian bawah mistar sebelum bersarang di gawang Yassine Bounou, memicu ledakan euforia dari kubu Senegal.
Maroko mencoba bangkit di sisa waktu dengan serangan bertubi-tubi, namun pertahanan Senegal tetap solid. Peluit akhir pun disambut sorak-sorai Singa Teranga, yang menutup turnamen dengan kemenangan dramatis di tengah suasana penuh perdebatan.
Gelar ini menjadi bukti ketangguhan Senegal dalam menghadapi tekanan ekstrem di partai puncak. Di sisi lain, Maroko harus menelan kekecewaan mendalam setelah final yang akan lama dikenang karena dramanya.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















