BOGORTODAY.COM – Niat puasa Syaban dan qadha Ramadan merupakan aspek penting dalam pelaksanaan ibadah puasa.
Dalam fikih Islam, niat menjadi syarat sah puasa karena berfungsi membedakan antara puasa wajib dan puasa sunnah. Tanpa niat yang jelas, ibadah puasa tidak dianggap sah secara syariat.
Bulan Syaban dikenal sebagai waktu yang banyak dimanfaatkan kaum Muslimin untuk memperbanyak ibadah puasa.
Selain menjalankan puasa sunnah Syaban, bulan ini juga sering digunakan untuk mengganti puasa Ramadan yang tertinggal sebelum memasuki bulan suci berikutnya.
Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat, berikut bacaan niat puasa Syaban dan niat qadha Ramadan yang perlu dipahami.
Dikutip dari buku Praktis Ibadah karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain, berikut bacaan niat puasa sunnah Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Sya’bāna lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Syaban besok hari karena Allah SWT.”
Masih merujuk pada sumber yang sama, puasa qadha Ramadan wajib diawali dengan niat yang dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Hal ini karena qadha termasuk puasa wajib.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرٍ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















