
BOGORTODAY.COM – Proses rehabilitasi sosial penerima manfaat residensial di Sentra Galih Pakuan Bogor tidak hanya berfokus pada pemulihan keberfungsian sosial.
Melalui berbagai program pemberdayaan, sentra ini juga membekali para penerima manfaat dengan keterampilan vokasional yang dapat menjadi modal kemandirian di masa depan. Salah satu pelatihan yang rutin dilaksanakan adalah pelatihan membuat batik ciprat.
Pelatihan batik ciprat menjadi bagian dari kegiatan vokasional yang diikuti penerima manfaat setiap Senin hingga Jumat pada pukul 10.00–15.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, sebanyak empat orang penerima manfaat mengikuti pelatihan secara intensif dengan pendampingan langsung dari instruktur batik ciprat yang berpengalaman.
Salah satu penerima manfaat asal Medan, Rizki, mengaku telah mampu menghasilkan puluhan karya batik ciprat selama mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengungkapkan kegembiraannya bisa mempelajari seluruh proses pembuatan batik, mulai dari teknik membatik hingga pewarnaan kain.
“Senang, diajarin dari membatik, mewarnai. Selama enam bulan di sini sudah dapat 50 kain batik ciprat,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2025).
Menurut Rizki, kain batik ciprat hasil karya para penerima manfaat dipasarkan dengan harga berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000, tergantung pada motif serta tingkat kerumitan pola yang dibuat.
Saat ini, pemesanan batik ciprat masih dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Namun, seiring meningkatnya minat pembeli dari berbagai daerah, penjualan ke depannya akan dikembangkan melalui platform e-commerce.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian keuntungan dari penjualan batik ciprat dialokasikan untuk para penerima manfaat. Dana tersebut dikumpulkan selama masa rehabilitasi dalam bentuk tabungan dan akan diberikan setelah proses rehabilitasi selesai sebagai bekal awal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Rizki pun berharap keterampilan membatik ciprat yang diperolehnya dapat menjadi peluang usaha di masa depan. “Pengen nanti bisa buka usaha kayak gini,” ungkapnya.
Sementara itu, instruktur batik ciprat Alfan Kurnia menilai antusiasme para penerima manfaat dalam mengikuti pelatihan sangat baik. Ia menyebut mereka menunjukkan kedisiplinan serta keberanian dalam bereksplorasi dengan berbagai motif dan pola.
“Alhamdulillah sejauh ini mereka cukup antusias dan disiplin waktu. Mereka juga berani mencoba pola-pola baru, mengekspresikan diri melalui cipratan dan pola-pola tertentu,” kata Alfan.
Lebih lanjut, Alfan berharap keterampilan membatik yang diperoleh selama masa rehabilitasi dapat menjadi bekal kemandirian bagi para penerima manfaat setelah mereka menyelesaikan program rehabilitasi. “Kemampuan ini menjadi skill baru yang dapat mereka manfaatkan saat terminasi nanti,” pungkasnya.
Melalui pelatihan batik ciprat ini, Sentra Galih Pakuan Bogor terus berupaya menghadirkan rehabilitasi sosial yang holistik, tidak hanya memulihkan fungsi sosial, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















