Waspada Penipuan Siber di LinkedIn, Penjahat Siber Banjiri Kolom Komentar dengan Pesan Palsu

LinkedIn
Waspada Penipuan Siber di LinkedIn, Penjahat Siber Banjiri Kolom Komentar dengan Pesan Palsu. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Penjahat siber dilaporkan membanjiri unggahan pengguna LinkedIn dengan komentar palsu yang seolah-olah berasal dari pihak resmi LinkedIn.

Komentar tersebut memperingatkan pengguna tentang dugaan pelanggaran kebijakan dan mendorong mereka untuk mengunjungi tautan eksternal yang ternyata merupakan situs phishing.

Modus penipuan ini cukup meyakinkan. Pesan-pesan tersebut menyamar sebagai pihak LinkedIn, bahkan dalam beberapa kasus menggunakan pemendek URL resmi perusahaan, yakni lnkd.in.

Penggunaan pemendek URL ini membuat tautan phishing semakin sulit dibedakan dari tautan resmi LinkedIn.

Dalam beberapa pekan terakhir, banyak pengguna LinkedIn menjadi sasaran aktivitas akun bertema LinkedIn yang diduga merupakan bot. Akun-akun ini mengomentari posting pengguna dengan menuding bahwa mereka telah “melakukan aktivitas yang tidak sesuai” dengan kebijakan platform.

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Komentar palsu tersebut juga menyebutkan bahwa akun korban telah “dibatasi sementara” dan mengarahkan pengguna untuk mengunjungi tautan tertentu guna memulihkan akses akun mereka. Balasan yang menampilkan logo LinkedIn ini tampak cukup meyakinkan bagi pengguna awam.

“Kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi akun Anda ketika kami mendeteksi tanda-tanda akses yang tidak sah. Hal ini dapat mencakup login dari lokasi yang tidak dikenal atau…,” demikian bunyi keterangan pratinjau tautan yang tercantum dalam komentar palsu tersebut.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Salah satu tautan phishing diketahui mengarah ke domain alfanumerik dengan akhiran .app yang tidak ada kaitannya dengan LinkedIn. Domain mencurigakan ini sebenarnya dapat menjadi tanda bahaya, namun tidak semua pengguna menyadarinya.

Lebih berbahaya lagi, beberapa komentar penipuan menyembunyikan tautan asli dengan memanfaatkan pemendek URL resmi lnkd.in.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================