
BOGORTODAY.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat, menyusul kondisi cuaca buruk di wilayah perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.
Penutupan layanan SPB tersebut berlaku mulai 20 hingga 27 Januari 2026. Apabila kondisi cuaca belum menunjukkan perbaikan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masa penutupan berpotensi diperpanjang.
Kebijakan ini tertuang dalam Maklumat Pelayaran Nomor 07/MP-I/2026 yang diterbitkan pada Selasa (20/1/2026). Langkah antisipatif diambil setelah KSOP mempertimbangkan prakiraan cuaca maritim BMKG, hasil pengamatan laut dari pos darat, serta laporan kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk semua kapal wisata (termasuk speed boat) ditutup sementara tanggal 20–27 Januari 2026 sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG,” demikian kutipan maklumat yang ditandatangani Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo.
Dalam maklumat tersebut, KSOP juga mengeluarkan sejumlah instruksi bagi para pelaku pelayaran. Nakhoda kapal diwajibkan memastikan kelayakan kapal dan segera mencari perlindungan apabila menghadapi cuaca buruk di laut.
Selain itu, setiap kapal yang mengetahui adanya potensi bahaya cuaca diminta untuk segera memberitahukan informasi tersebut kepada kapal lain di sekitar perairan.
“Kapal-kapal yang berada di perairan agar dapat menyesuaikan pelayarannya, berlabuh atau mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat serta mesin dalam keadaan standby,” tulis KSOP dalam maklumat tersebut.
Kebijakan penutupan sementara ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha wisata setempat. Ketua Asosiasi Kapal Wisata Manggarai Barat, Ahyar Abadi, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Keselamatan kru kapal maupun wisatawan harus diutamakan. Kami mengimbau agar tidak memaksakan pelayaran dalam kondisi cuaca yang berisiko,” ujar Ahyar kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Sebelumnya, dalam pertemuan yang melibatkan berbagai asosiasi pariwisata, seperti Asosiasi Speedboat, Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Forum Komunikasi Kapal (FOKAL), Aseet, Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri), serta Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK), sempat diusulkan pembukaan jalur alternatif pelayaran.
Namun, setelah mencermati data dan perkembangan kondisi cuaca terkini dari KSOP dan BMKG, seluruh pihak sepakat untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara pelayaran wisata.
KSOP Labuan Bajo mengimbau seluruh pelaku usaha dan wisatawan untuk terus memantau informasi terbaru terkait kondisi cuaca dan ketentuan pelayaran yang akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















