
BOGORTODAY.COM – Menanggapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, Komisi IV DPRD Kota Bogor mendesak Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) untuk menyiapkan langkah konkret guna mengantisipasi lonjakan pangan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, mengakui bahwa inflasi dan lonjakan harga pangan merupakan tantangan nasional yang melampaui kebijakan daerah semata. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam dan harus mampu melakukan intervensi langsung di pasar.
“Bagaimanapun kita berupaya supaya kita di pemerintah daerah ini juga bisa mengintervensi di segi pasar. Mudah-mudahan ini bisa jadi upaya yang berhasil untuk penurunan (harga),” ujar Fajar, Selasa (27/1/2026).
Ia juga mendorong Dinkukmdagin untuk melakukan studi banding ke wilayah lain yang berhasil menjaga stabilitas harga, seperti Yogyakarta, di mana angka inflasi tetap landai meski ada tekanan harga di tingkat nasional.
Selain itu, Fajar menekankan bahwa terdapat dua aspek krusial yang harus dijaga oleh dinas terkait dalam menghadapi hari raya, yakni memastikan stok pangan di pasar tetap ada dan tidak terjadi kekosongan barang. Kemudian menjamin harga di tingkat pedagang tetap dapat dijangkau oleh daya beli masyarakat.
“Melalui koordinasi yang ketat dan intervensi pasar yang tepat, masyarakat Kota Bogor dapat merayakan hari raya tanpa terbebani oleh gejolak harga pangan yang ekstrem,” ungkapnya.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















