BOGORTODAY.COM – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan serangan militer terhadap Iran dilancarkan dari wilayah udara atau darat Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sebagai langkah memperkuat komitmen Riyadh terhadap stabilitas kawasan dan penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.
Dalam percakapan yang dilansir oleh Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Mohammed menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi akan menjaga kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apapun terhadap Tehran.
Pernyataan ini mencerminkan sikap Arab Saudi untuk tidak terlibat dalam eskalasi konflik regional yang bisa memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
Sikap tersebut sekaligus menunjukkan prioritas diplomasi dan stabilitas regional yang ingin dijaga oleh Riyadh di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Dalam konteks ini, Presiden Iran Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran mendukung setiap proses yang mencegah perang dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur hukum internasional serta dialog antara negara-negara terkait.
Kebijakan Saudi ini muncul di tengah laporan tentang penempatan armada militer besar Amerika Serikat di dekat Iran sebagai bentuk tekanan atau kesiapan terhadap potensi konflik.
Presiden AS Donald Trump menyebut armada tersebut lebih besar dibandingkan pengerahan militer AS di sekitar Venezuela sebelumnya, sebagai bagian dari upaya menunjukkan kekuatan militer di wilayah Timur Tengah.
Dengan menyatakan penolakan terhadap penggunaan wilayahnya untuk serangan militer, Arab Saudi tidak hanya menegaskan sikap netralitasnya dalam konflik potensial, tetapi juga berupaya mencegah perluasan ketegangan yang bisa melibatkan negara-negara Teluk lainnya.
Langkah ini mencerminkan preferensi Riyadh untuk resolusi damai dan pendekatan diplomatik dalam mengatasi ketegangan geopolitik di kawasan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















