
BOGORTODAY.COM – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukajaya membantah tudingan warga yang menyebut dapur SPPG membuang limbah dapur secara sembarangan hingga mencemari lingkungan sekitar.
Dapur SPPG yang dikelola Yayasan Masyarakat Berbakti Sosial tersebut berlokasi di Kampung Sirnagalih, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Mitra pengelola menegaskan tidak pernah secara sengaja membuang limbah yang dapat mencemari air warga.
Mitra Pemilik Dapur SPPG Sukajaya, Muhamad Hendrik, berdalih persoalan tersebut terjadi akibat kesalahpahaman dan miskomunikasi antara pihak pengelola dan warga sekitar.
“Menurut saya ini hanya salah paham dan miskomunikasi. Saya jujur, baru semalam saya bertemu langsung dengan warga yang demo. Lalu ketemu dengan Pak Dery dan satu lagi yang sempat ancam SPPG ini harus tutup sebelum pembuatan tempat sampah,” ujar Hendrik kepada BogorToday. Sabtu (31/1/2026).
Hendrik mengatakan, ia mengakui adanya kekurangan dari pihak pengelola, khususnya terkait belum tersedianya tempat penamungan sampah sementara. Namun, hal tersebut telah ditindaklanjuti.
“Memang jujur itu kesalahan saya karena tempat sampah belum dibuat. Hari ini langsung kita buat dan kita bereskan,” katanya.

Hendrik juga menjelaskan bahwa penumpukan sampah sempat terjadi karena keterlambatan pengangkutan mobil angkut dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
“Kemarin semua air (dari atas) masuk ke area kita, sementara pengambilan sampah oleh DLH memang agak telat,” jelasnya.
Menanggapi keluhan warga terkait bau tidak sedap, Hendrik mengaku belum dapat memastikan sumber bau tersebut.
“Saat saya datang, hanya ada dua orang warga. Memang ada bau di tempat sampah sementara, tapi tadi sudah diangkut oleh pihak DLH,” ucapnya.
Ia menambahkan, dapur SPPG Sukajaya telah beroperasi sejak Oktober 2025 dan selama ini berupaya menjalankan kegiatan sesuai ketentuan.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang beredar memperlihatkan sejumlah warga mendatangi lokasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Kampung Sirnagalih, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat (30/1/2025).
Kedatangan warga tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan pembuangan limbah dapur MBG yang menimbulkan bau tak sedap.
Diketahui, warga yang melakukan protes tersebut berasal dari Kampung Juga, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg. Meski dapur MBG secara administratif berada di wilayah Desa Sukajaya, lokasinya berdekatan langsung dengan permukiman warga Desa Sukaraksa.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















