Kemenangan Inter di Cremona Tercoreng Insiden Flare, Emil Audero Jadi Korban

Kiper Cremonese, Emil Audero, tetap melanjutkan pertandingan usai terkena lemparan flare dalam laga Serie A kontra Inter Milan di Stadion Giovanni Zini. (Foto: bola.net)

BOGORTODAY.COM – Kemenangan Inter Milan atas Cremonese pada pekan ke-23 Serie A, Senin (2/2) dini hari WIB, meninggalkan cerita pahit di balik skor 2-0 untuk Nerazzurri. Laga yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini itu ternoda insiden flare yang mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, di babak kedua pertandingan.

Insiden terjadi pada menit ke-59 ketika sebuah suar dilempar dari tribun belakang gawang yang dijaga Audero. Ledakan keras disertai asap membuat pertandingan harus dihentikan sementara. Sejumlah laporan media Italia menyebutkan bahwa tribun tersebut diisi pendukung tim tamu, Inter Milan. Perhatian pun langsung tertuju pada Audero yang terjatuh setelah terkena flare.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tembus Semifinal Australia Open 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi dari Musim Lalu

Kiper Timnas Indonesia itu sempat mendapatkan perawatan medis di lapangan akibat luka ringan dan bekas terbakar di bagian kakinya. Meski demikian, Audero menunjukkan sikap profesional dengan memilih melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi fisiknya dinyatakan cukup aman oleh tim medis.

Di atas lapangan, pertandingan tetap berlanjut dan Inter Milan memastikan kemenangan lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Namun, hasil tersebut seolah menjadi catatan sampingan karena sorotan utama tertuju pada keselamatan pemain dan perilaku suporter. Insiden ini kembali memicu diskusi tentang keamanan stadion serta ketegasan terhadap aksi tidak bertanggung jawab di sepak bola Italia.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

Laporan lanjutan mengungkap bahwa pelaku pelemparan flare mengalami cedera serius. Saat hendak melempar suar kedua, tiga jarinya dilaporkan hancur akibat ledakan. Pelaku akhirnya teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dan dipastikan akan dikenai sanksi tegas berupa larangan masuk stadion.

Aksi tersebut menuai kecaman, termasuk dari internal Inter Milan. Presiden klub, Beppe Marotta, secara terbuka mengutuk tindakan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Cremonese serta warga setempat. Ia juga berharap otoritas tidak menjatuhkan hukuman kolektif kepada suporter Inter, mengingat insiden ini dilakukan oleh individu dan bertentangan dengan nilai sportivitas yang dijunjung klub.

(MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : bola.net

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================