BOGORTODAY.COM – Pernahkah Anda merasa lidah tiba-tiba kelu saat harus berbicara di depan banyak orang? Atau mungkin pikiran sudah penuh dengan ide brilian, namun sulit mengungkapkannya dengan kata-kata yang jelas saat ujian lisan?
Kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah anugerah besar dari Allah SWT. Dalam Islam, lisan yang fasih bukan hanya soal teknik berbicara, melainkan juga bentuk pertolongan dari Allah.
Karena itu, memanjatkan doa untuk memperlancar lisan menjadi langkah spiritual yang sangat dianjurkan.
Apa Doa Kelancaran Berbicara?
Lisan adalah kunci dalam berinteraksi sosial, bekerja, hingga berdakwah. Lisan yang lancar dapat menyatukan hati dan membuka banyak pintu kebaikan. Sebaliknya, rasa gugup yang berlebihan sering membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri.
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bergantung kepada Allah SWT dalam setiap urusan, termasuk saat memohon agar lidah dilepaskan dari kekakuan.
Salah satu doa yang paling masyhur diamalkan adalah doa Nabi Musa AS. Dalam buku Ibadah Para Juara karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa doa ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika mendapat tugas berat menghadapi Fir’aun.
Doa tersebut termaktub dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 25–28:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Arab latin:
Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī.
Artinya:
“Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
Menurut tafsir yang dinisbatkan kepada Ibnu Katsir, doa ini mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba. Meskipun Nabi Musa AS adalah seorang Rasul, beliau tetap memohon pertolongan Allah agar pesan kebenaran yang disampaikannya dapat diterima dan dipahami dengan baik.
Selain itu, dalam Al-Qur’an surah Asy-Syu’ara ayat 12–13 juga dikisahkan kekhawatiran Nabi Musa AS:
قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ۗ وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ
Artinya:
“Dia (Musa) berkata, ‘Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku. Dadaku terasa sempit dan lidahku kelu. Maka, utuslah Harun (bersamaku).’”
Ayat ini menunjukkan bahwa bahkan seorang nabi pun pernah merasa gugup. Namun, beliau menghadapinya dengan doa dan tawakal kepada Allah.
Adab Berbicara dalam Islam
Selain mengamalkan doa, seorang Muslim juga perlu memperhatikan etika berbicara. Dalam buku 63 Adab Sunnah karya Rachmat Morado Sugiarto, dijelaskan beberapa adab berbicara sesuai tuntunan Rasulullah SAW:
- Memilih Kata yang Baik atau Diam
Berpikir sebelum berbicara adalah keharusan. Jika tidak mampu berkata baik dan bermanfaat, lebih baik memilih diam.
- Mengutamakan Kalimat Thayyibah
Kesantunan dalam berucap adalah sedekah. Rasulullah SAW bersabda:
“Takutlah engkau terhadap neraka walau dengan menyedekahkan sepotong kurma, jika kalian tidak menemukannya maka dengan perkataan yang baik.”
(HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
- Mengontrol Kecepatan Bicara
Rasulullah SAW berbicara dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Dalam riwayat Aisyah yang dicatat oleh Imam Muslim, beliau tidak berbicara cepat seperti kebanyakan orang, sehingga setiap kata mudah dipahami.
- Mengulang Kalimat Jika Diperlukan
Dalam hadis riwayat Anas bin Malik yang dicatat oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW terkadang mengulang perkataannya hingga tiga kali agar benar-benar dipahami.
- Menghindari Perdebatan yang Tidak Bermanfaat
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Abu Dawud:
“Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar.”
Menghindari debat kusir menunjukkan kedewasaan dan keluhuran akhlak.
Mengamalkan doa memperlancar lisan, seperti doa Nabi Musa AS, sekaligus menerapkan adab berbicara sesuai sunnah akan membuat komunikasi lebih berwibawa dan penuh keberkahan.
Baik untuk presentasi kerja, ujian lisan, berdakwah, maupun berbicara di hadapan publik, libatkanlah Allah SWT dalam setiap ucapan. Sebab, kelancaran lisan bukan hanya hasil latihan, tetapi juga karunia dari-Nya.
Wallahu a’lam.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















