Mengenal Muslim Cham Bani di Vietnam: Sejarah, Tradisi, dan Perbedaan Praktik Ibadah

Muslim
Mengenal Muslim Cham Bani di Vietnam: Sejarah, Tradisi, dan Perbedaan Praktik Ibadah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Di Vietnam, terdapat komunitas Muslim unik yang dikenal sebagai Cham Bani atau Cham Awal. Komunitas ini menjadi sorotan karena praktik keagamaannya berbeda dari umat Islam pada umumnya, seperti tidak mewajibkan salat lima waktu dan puasa Ramadan secara penuh.

Untuk memahami fenomena ini, penting menelusuri sejarah masuknya Islam ke Vietnam serta faktor yang membentuk corak ajaran komunitas tersebut.

Sejarah Masuknya Islam ke Vietnam

Sejarah Islam di kawasan ini tak lepas dari peran Kerajaan Champa, kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Vietnam bagian tengah. Dalam berbagai catatan sejarah, Islam diperkirakan telah masuk ke Vietnam sekitar abad ke-10 hingga ke-11 Masehi melalui pedagang Arab, Persia, dan India.

Umat Islam sempat memiliki posisi penting dalam pemerintahan Kerajaan Champa. Namun setelah kerajaan tersebut runtuh pada 1470, sebagian komunitas Muslim berpindah dan menyebar ke wilayah lain seperti Kamboja.

BACA JUGA :  Bolehkah Minum Susu Mentah? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah ahli sejarah juga mencatat bahwa sebelum kemenangan rezim Khmer Merah pada 1975, komunitas Muslim di kawasan tersebut didominasi oleh kaum Cham—keturunan bekas kerajaan Champa.

Di Vietnam sendiri, para peneliti menyebut terdapat dua kelompok besar Muslim:

  1. Komunitas Muslim yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah, umumnya berkembang di kota-kota besar.
  2. Komunitas Muslim Cham Bani, yang ajarannya banyak dipengaruhi budaya lokal dan memiliki praktik keagamaan berbeda.

Praktik Keagamaan Muslim Cham Bani

  1. Puasa Ramadan yang Berbeda

Komunitas Cham Bani tidak mengenal Ramadan seperti umat Islam pada umumnya, melainkan perayaan yang disebut Ramuwan, yang waktunya bertepatan dengan bulan Ramadan.

Dalam praktiknya:

  • Tidak semua anggota komunitas diwajibkan berpuasa.
  • Puasa hanya dijalankan oleh imam atau tokoh agama sebagai bentuk perwakilan keluarga.
  • Durasi puasa diyakini berlangsung selama 15 hari, bukan 30 hari.
BACA JUGA :  Di Era Rudy Susmanto-Jaro Ade, Pemkab Bogor Pertahankan Opini WTP Dua Tahun Berturut-turut

Bagi mereka, Ramadan dipandang sebagai masa penyucian diri, persiapan kematian, dan pelatihan spiritual bagi pemuka agama.

Tiga hari sebelum Ramuwan, komunitas ini menggelar ritual ziarah makam leluhur dan membawa persembahan makanan kepada pemuka agama. Para tokoh agama kemudian menjalani masa meditasi di masjid tanpa berbicara, makan, atau minum selama tiga hari, sebelum melanjutkan dakwah selama 15 hari.

  1. Tidak Wajib Salat Lima Waktu

Berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya, Cham Bani tidak menjalankan salat lima waktu secara rutin. Mereka hanya melaksanakan salat Jumat.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================