
BOGORTODAY.COM – AC Milan tengah diliputi kekecewaan menyusul sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan mereka dalam dua laga terakhir Serie A. Rossoneri merasa ada empat momen krusial yang berdampak langsung pada hasil pertandingan, dan sorotan kini mengarah ke Associazione Italiana Arbitri (AIA).
Situasi ini datang di fase penting musim. Milan memang masih bertengger di posisi kedua klasemen, tetapi tertinggal 10 poin dari rival sekota, Inter Milan. Setiap keputusan di lapangan pun terasa semakin menentukan.
Puncak frustrasi muncul saat Milan kalah 0-1 dari Parma. Dalam laga tersebut, insiden benturan antara kiper Edoardo Corvi dan Ruben Loftus-Cheek menjadi sorotan. Loftus-Cheek harus ditandu keluar setelah mengalami cedera serius pada rahang dan kehilangan beberapa gigi. Tidak adanya sanksi untuk Corvi membuat kubu Milan mempertanyakan konsistensi keputusan wasit.
Kontroversi berlanjut saat gol Mariano Troilo sempat dianulir sebelum akhirnya disahkan usai tinjauan VAR oleh wasit Marco Piccinini. Milan menilai intervensi VAR dalam situasi tersebut tidak memenuhi kriteria “kesalahan jelas dan nyata”, sehingga keputusan akhir dianggap merugikan.
Kekecewaan itu bukan hanya soal laga kontra Parma. Saat bermain imbang melawan Como 1907, Milan juga mempersoalkan dua insiden lain, termasuk dugaan gangguan dari pelatih Como, Cesc Fabregas, serta tekel keras Ignace Van der Brempt terhadap Strahinja Pavlovic yang tak berbuah kartu merah.
Meski manajemen disebut telah berkomunikasi dengan AIA, mereka memilih tidak melayangkan protes resmi. Namun, rasa tidak puas jelas masih membekas. Di tengah perburuan gelar yang semakin ketat, Milan kini bukan hanya berjuang mengejar poin, tetapi juga berharap konsistensi kepemimpinan di atas lapangan.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















