Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
BUKA Bersama atau lebih terkenal dengan sebutan Bukber menjadi tradisi saat puasa ramadan di Indonesia dan di seluruh dunia.
Sejarah bukber berakar dari tradisi zaman Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan berbagi makanan dan berbuka bersama sahabat, dan memastikan tidak ada yang berbuka sendirian.
Tradisi ini berlanjut hingga kini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sebagai ajang silaturahmi, berbagi rezeki, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Bahkan tradisi Bukber ini tidak hanya dikalangan muslim, tapi juga dilakukan oleh saudara kita yang non muslim, sudah barang tentu dengan prinsip saling toleransi, yaitu menghargai adanya perbedaan dalam beragama.
Mengapa saudara kita non muslim mengadakan atau ikut dalam acara Bukber, karena Bukber sekarang juga dilakukan oleh Kementerian, perusahaan, sekolah, organisasi masyarakat, komunitas hoby, Partai Politik dan lain-lain.
Jika Bukber dilakukan oleh organisasi atau perusahaan yang pesertanya semua muslim, ya acara ada pembacaan Kitab Suci Al Qur’an, nasihat tausyiah dari Ulama, doa bersama, setelah berbuka bersama dilanjut shalat magrib dan isya serta terawih berjamaah.
Tapi jika acara Bukber ada yang non muslim, pastilah berbeda acaranya dan saat yang muslim shalat, maka yang non muslim untuk menunggu.
Kita harus senang dan bangga bro, ternyata di Indonesia sebelum, selama dan pasca ramadan ada tradisi yang sangat baik yaitu, cucurak, ngabuburit, bukber dan halal bihalal. Cucurak adalah acara makan-makan sebelum datangnya ramadan, ngabuburit adalah kegiatan religius (Tadarus Al Qur’an, sholawatan, dzikir dan tausyiah ) untuk menunggu datangnya bedug magrib, bukber yang sedang kita bahas dan halal bihalal adalah bermaaf-maafan setelah ramadan.
Empat tradisi ini (cucurak, ngabuburit, bukber dan halal bihalal) semuanya adalah acara yang bersifat silaturahmi. Silaturahmi dalam Islam adalah amalan mulia yang wajib dijaga, menjanjikan manfaat spiritual, sosial, dan keberkahan hidup.
Manfaat silaturahmi sangat banyak yaitu diantaranya dilapangkannya rezeki, dipanjangkannya umur (keberkahan waktu), pengugur dosa, mempererat persaudaraan, menyehatkan badan, menyatukan hati yang mungkin selama ini kita ada masalah dengan saudara atau teman kita, membunuh sifat ego kita dan sifat jelek yang lain, menjauhkan dari api neraka, dan menjadi jalan menuju surga serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bahkan untuk para pejabat dan tokoh nasional, Bukber menjadi sarana yang paling efektif untuk mendinginkan suhu politik yang panas menjadi adem ayem. Jayalah Indonesiaku.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















