
BOGORTODAY.COM – Di kota terbesar Riyadh, Arab Saudi, rencana pembangunan sebuah masjid futuristik tengah menarik perhatian publik karena menghadirkan konsep arsitektur minimalis dan kontemporer yang berbeda dari masjid tradisional.
Alih-alih tampil megah dengan ornamen berlebihan, masjid ini menawarkan ketenangan melalui bentuk sederhana, material alami, dan permainan cahaya yang terkontrol, menciptakan suasana ibadah yang hening dan reflektif.
Desain oleh Yodezeen Architects
Masjid ini dirancang oleh Yodezeen Architects, studio arsitektur internasional asal Kyiv, Ukraina. Bangunan ini menjadi bagian dari kompleks privat seluas 12 ribu meter persegi milik seorang pangeran Arab Saudi.
Meskipun berada di kawasan privat, masjid tetap dirancang terbuka untuk masyarakat umum karena orientasinya menghadap jalan utama di Riyadh.
Pendekatan desain berangkat dari riset mendalam terhadap tipologi arsitektur Islam. Prinsip-prinsip sakral seperti orientasi kiblat, sirkulasi jamaah, dan pemisahan fungsi ruang diterapkan ke dalam arsitektur modern yang bersih, menghasilkan masjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus karya arsitektur kontemporer.
Arsitektur Minimalis dan Interior Menenangkan
Dilansir dari American Architect, masjid ini menggunakan geometri tegas namun sederhana. Dari luar, bangunan tampak seperti pahatan monolitik dengan garis lurus dan bentuk solid, menciptakan kesan kokoh dan menenangkan tanpa ornamen dekoratif berlebihan.
Material dipilih secara selektif untuk menjaga suasana spiritual. Travertine asal Italia menjadi bahan utama, dipadukan dengan dinding plester bertekstur fluted yang dikerjakan dengan detail presisi. Pemilihan material yang minim jenisnya justru membuat ruang terasa bersih dan elegan.
Pencahayaan alami menjadi elemen utama. Cahaya masuk melalui celah-celah khusus, menciptakan efek hangat yang berubah sepanjang hari. Hasilnya, interior masjid terasa hidup dan penuh karakter tanpa perlu dekorasi tambahan.
Kapasitas dan Tata Ruang
Masjid ini memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi dan mampu menampung lebih dari 500 jemaah. Tata ruang dalam menekankan keterbukaan dan sirkulasi udara alami, dengan langit-langit tinggi yang meningkatkan kualitas akustik selama ibadah.
Mihrab tetap menjadi pusat utama ruang salat. Meski minimalis, bentuk lengkungan sederhana dan pencahayaan alami memperkuat pengalaman spiritual. Paviliun wudhu dirancang terpisah untuk menjaga kesucian ruang utama, dan aksesibilitas diintegrasikan sejak tahap awal desain.
Pengakuan Internasional
Berkat penggunaan arsitektur minimalis yang kontekstual, proyek Masjid Modern karya Yodezeen masuk dalam daftar Architecture Hunter Awards 2025 Shortlisted Project. Hal ini menegaskan posisinya sebagai contoh masjid kontemporer yang berpijak pada tradisi sekaligus menatap masa depan.
Masjid futuristik ini menjadi bukti bahwa arsitektur Islam dapat berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai sakral, menghadirkan tempat ibadah yang menenangkan sekaligus estetis bagi masyarakat Riyadh.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















