Perang AS–Israel vs Iran Ganggu Rantai Pasok Global, Dua Selat Strategis Ditutup

AS
Perang AS–Israel vs Iran Ganggu Rantai Pasok Global, Dua Selat Strategis Ditutup. (Foto: REUTERS)

BOGORTODAY.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)–Israel melawan Iran memicu kekhawatiran serius terhadap gangguan rantai pasok global. Dua koridor maritim utama dunia, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, terpaksa ditutup menyusul meningkatnya ketegangan militer.

Saat saling serang terjadi antara Iran dan ASIsrael, sejumlah perusahaan pelayaran kontainer raksasa menangguhkan operasinya melalui Selat Hormuz. Mereka mulai mengalihkan rute kapal mengitari ujung selatan Afrika, menyusul serangan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Salah satu raksasa pelayaran global, Maersk, mengumumkan penghentian seluruh pelayaran melalui Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Maersk juga memperingatkan bahwa layanan yang singgah di pelabuhan-pelabuhan kawasan Teluk Persia akan mengalami keterlambatan.

Peran Vital Selat Hormuz

Terletak di perairan antara Oman dan Iran, Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia. Pada 2023, aliran minyak melalui jalur ini rata-rata mencapai 20,9 juta barel per hari.

Menurut Badan Informasi Energi AS, angka tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak bumi global.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Selain minyak mentah, Selat Hormuz juga menjadi jalur penting perdagangan kontainer. Pelabuhan-pelabuhan seperti Jebel Ali dan Khor Fakkan berfungsi sebagai hub pengiriman global dan titik perantara dalam jaringan logistik internasional.

Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb—yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia—diperkirakan menyumbang sekitar 12 persen perdagangan minyak melalui laut dan 8 persen perdagangan gas alam cair (LNG) pada paruh pertama 2023.

Tarif Pengiriman dan Harga Energi Terancam Naik

Kepala analis Xeneta, Peter Sand, memperkirakan tarif pengiriman kontainer ke wilayah Timur Tengah berpotensi meningkat selama konflik masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada jalur alternatif laut yang benar-benar andal untuk menggantikan peran Selat Hormuz.

Meski pemblokiran kapal tanker minyak disebut bersifat sementara, dampaknya bisa signifikan terhadap harga energi global. Gangguan pasokan minyak dan gas berpotensi mendorong lonjakan harga, sekaligus meningkatkan biaya pengiriman dan memicu kelangkaan pasokan di sejumlah negara.

Raksasa Pelayaran Alihkan Rute

Selain Maersk, perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd menyatakan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz akan ditangguhkan demi keselamatan dan keamanan awak kapal.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM juga menginstruksikan seluruh kapal di kawasan Timur Tengah atau yang menuju wilayah tersebut untuk berlindung di area aman. Pelayaran melalui Terusan Suez pun ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan rute kapal dialihkan melalui Tanjung Harapan di sekitar Afrika.

Sementara itu, perusahaan pelayaran peti kemas terbesar di dunia, MSC, menyatakan telah memerintahkan seluruh kapalnya di kawasan Timur Tengah untuk menuju area aman yang telah ditentukan. MSC juga menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi secara ketat.

Dampak Global Tak Terhindarkan

Penutupan dua selat strategis ini menjadi pukulan besar bagi sistem perdagangan global. Dengan sebagian besar energi dunia dan barang-barang penting melintasi kawasan tersebut, gangguan berlarut dapat memperparah inflasi global, menaikkan biaya logistik, dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Selama konflik masih berlangsung, dunia menghadapi ketidakpastian besar terhadap stabilitas pasokan energi dan kelancaran perdagangan internasional.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================