China Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5–5% di 2026, Fokus pada Industri dan Konsumsi Rumah Tangga

China
Ilustrasi Bendera China. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 4,5% hingga 5%, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5% yang dicapai tahun lalu.

Target ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran Rencana Lima Tahun ke-15, yang menegaskan komitmen Beijing untuk meningkatkan investasi di bidang inovasi, industri berteknologi tinggi, riset ilmiah, serta mendorong konsumsi rumah tangga yang lebih signifikan sebagai bagian dari output ekonomi.

Menurut laporan Reuters, pemerintah China menyadari lemahnya permintaan domestik membuat ekonomi terbesar kedua di dunia itu terlalu bergantung pada ekspor.

Namun, Beijing tetap menekankan pentingnya meningkatkan kualitas industri, yang menjadi kekuatan China dalam rantai pasok global, terutama di tengah rivalitas yang semakin intens dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Target pertumbuhan tersebut tercantum dalam laporan resmi pemerintah yang akan dipresentasikan di parlemen China saat sidang tahunan dibuka Kamis ini, dengan pidato dari Perdana Menteri Li Qiang.

BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

Para ekonom menilai target yang sedikit lebih rendah memberi Beijing fleksibilitas untuk melanjutkan reformasi, termasuk mengurangi kelebihan kapasitas industri, tanpa meninggalkan model pertumbuhan berbasis produksi.

Namun, analis dari Mercator Institute for China Studies (MERICS) menilai janji pemerintah untuk mendorong konsumsi rumah tangga masih bersifat simbolis.

Mereka menyatakan dukungan besar tetap diarahkan ke industri strategis, sementara ekspansi program kesejahteraan sosial diperlambat. Subsidi dan insentif pajak lebih banyak diberikan untuk mendorong kapasitas industri dibandingkan mendorong daya beli masyarakat.

Rencana Stimulus dan Kebijakan Fiskal

China juga merencanakan defisit anggaran sebesar 4% dari PDB, hampir sama dengan tahun lalu, dengan kuota penerbitan utang khusus sebesar 1,3 triliun yuan (US$ 188,49 miliar) untuk pemerintah pusat dan 4,4 triliun yuan untuk pemerintah daerah.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

Selain itu, pemerintah berkomitmen menaikkan pensiun minimum bulanan sebesar 20 yuan per orang dan meningkatkan subsidi asuransi kesehatan dasar bagi masyarakat pedesaan yang tidak bekerja sebesar 24 yuan. Belanja di sektor pendidikan, layanan penitipan anak, dan reformasi rumah sakit publik juga menjadi prioritas.

Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie, memperkirakan kebijakan fiskal akan disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kondisi ekonomi. “Jika ekspor tetap kuat, konsumsi domestik yang lemah mungkin ditoleransi. Sebaliknya, jika ekspor melemah, stimulus domestik akan ditingkatkan untuk mempertahankan target pertumbuhan PDB,” ujar Hu.

Langkah-langkah ini menunjukkan strategi China yang berupaya menyeimbangkan antara menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat industri strategis, serta perlahan meningkatkan kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================